Grab Proyeksi GMV Pesan-Antar Makanan di Asia Tenggara Tembus Rp398,69 Triliun pada 2025

07 September 2021 13:41 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Driver Grab Bike mengenakan Grab Protect pelindung yang membatasi antara pengemudi dan penumpang saat diluncurkan di Jakarta, Senin 8 Juni 2020. Penumpang ojek online (ojol) kini tak perlu khawatir menggunakan transportasi ini di tengah pandemi Corona, Grab memberikan pengamanan dengan Grab Protect bagi pengemudi yang membatasi antara driver dan penumpang untuk meminimalisir kontak penyebaran COVID-19. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Riset gabungan antara Grab dengan Euromonitor International bertajuk Food Delivery Services in SEA Markets, memproyeksikan gross merchandise value (GMV) di Asia Tenggara mencapai US$28 miliar pada 2025 atau sekitar Rp398,69 triliun (asumsi kurs Rp14.239 per dollar Amerika Serikat).

Prediksi GMV tersebut tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan total GMV pada 2020 senilai US$9 miliar atau Rp128 triliun.

“Saat ini, mayoritas transaksi pesan-antar makanan online berasal dari kota-kota besar di Asia Tenggara,” kata Group Managing Director for Operations Grab, Russell Cohen, dilansir dari Tech in Asia, Selasa 7 September 2021.

Grab meyakini pertumbuhan transaksi akan datang dari kota-kota kecil seiring meningkatnya infrastruktur dan konektivitas. Riset tersebut juga menunjukkan satu dari 4 konsumen atau 26% merupakan pengguna yang baru memakai layanan pesan-antar makanan online semenjak terjadinya pandemi COVID-19.

Di Indonesia, terdapat 17% pengguna baru pasca-pandemi. Filipina menjadi salah satu negara yang menyumbang pengguna baru terbanyak di Asia Tenggara, hampir dua dari lima pengguna di negara tersebut baru pertama kali memakai layanan pesan-antar makanan online di masa pandemi.

Sementara itu, sekitar 87% pengguna di Asia Tenggara menyebutkan, mereka tetap akan menggunakan layanan meskipun pembatasan kegiatan telah dilonggarkan. Alasan kenyamanan menjadi faktor yang paling besar mengapa para penggua tetap memilih menggunakan layanan pesan-antar.

Berita Terkait