Google dan Facebook Latih 2 Juta Pelaku UMKM Indonesia untuk Go Digital

12 Agustus 2021 18:03 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Sejumlah ibu-ibu anggota Komunitas Batik Makarya menggelar kegiatan membatik bersama dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional di Larangan Selatan, Tangerang, Banten, kamis 1 Oktober 2020. Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober dijadikan momentum untuk terus berkarya sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa meski ditengah pandemi COVID-19. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA - Dua perusahaan raksasa teknologi, Google LLC dan Facebook Inc, berencana membina pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar bisa tumbuh optimal secara digital.

Kepala Hubungan Publik ASEAN Google Ryan Rahardjo mengatakan pihaknya berkomitmen melatih para pelaku UMKM agar lebih cepat beradaptasi dari metode konvensional ke sumber daya digital yang tepat.

"Pada saat ini, kami sudah melatih 2 juta teman-teman UMKM untuk memanfaatkan beragam alat digital yang gratis untuk memastikan bisnis mereka juga naik," ujarnya dalam Peringatan Virtual Hari UMKM Nasional, mengutip Antara, Kamis, 12 Agustus 2021.

Dia menyebut perkembangan internet di Indonesia sangat dashyat. Hal itu membuat banyak konsumen beralih dari cara-cara tradisional ke layanan digital.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), total pengguna internet Indonesia hingga 2020 mencapai 196 juta orang, atau 72% dari populasi 270 juta jiwa.

Dengan penetrasi internet yang makin cepat, Google bisa mengoptimasi pelaku usaha agar melek digital dan bertumbuh menjadi pemain ekonomi utama.

Pasalnya, menurut beberapa survei, 45% dari pelaku UMKM belum memiliki strategi digitalisasi yang efektif dan kurang memahmi teknologi digital.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan kerja kolaborasi dengan berbagai instansi untuk mendorong pertumbuhan UMKM Indonesia dan bersaing di pasar ekspor.

"Kita juga bekerja sama Kementerian Perdagangan untuk UMKM di Indonesia bagian timur, sehingga mereka bisa lebih nik kelas melalui beragam kelas inkubasi, mentoring, monitoritn, yang lebih pasti," pungkasnya.

Sementara itu, Manajer Hubungan Pemerintahan Facebook Indonesia Noudhy Valdryno mengatakan, perusahaannya telah menjadi pilihan para pelaku UMKM untuk menjual produk mereka. Terbukti, sekitar 96% perlaku UMKM terbantu oleh layanan Facebook.

Sejak 2018, Facebook telah membekali pelaku UMKM Indonesia agar terlatih menggunakan fitur promosi atau iklan di aplikasi Facebook.

"Sampai saat ini sekitar 66.000 orang dari pelaku UMKM di 17 kota di Indonesia sudah kita latih," kata Noudhy.

Dia menjelaskan pengguna Facebook di Indonesia mencapai 70 juta orang, sehingga lebih mudah terhubung dengan calon pelanggan baik di dalam maupun di luar negeri.

Dalam survei Facebook, lanjut dia, bahkan sekitar 41% pengguna Facebook di Indonesia sudah terhubung dengan pelanggan mancanegara. 

Selain itu, sekitar 67% dari pengguna Facebook terhubung dengan setidaknya satu bisnis UMKM.

Selama pandemi Covid-19, tren perkembangan ekonomi digital semakin pesat. Hal itu salah satunya karena terjadi perpindahan pola konsumsi dan peta kompetisi bisnis para pelaku usaha.

Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital antara lain melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Hingga akhir 2020 tercatat sebanyak 11,7 juta UMKM on boarding ke bisnis daring.

Adapun produk domestik bruto (PDB) ekonomi digital pada 2020 mencapai US$44 miliar setara Rp633,1 triliun, atau tumbuh 11 persen dari tahun 2019.

Merujuk pada estimasi Mckinsey Global Institute (MGI), ekonomi digital Indonesia akan mampu menyumbang sebesar US$130-US$150 miliar bagi pertumbuhan PDB Indonesia di 2025.

Dalam jangka panjang, besaran kontribusi ekonomi digital terhadap PDB dapat mencapai 3,0 persen.

Pada 2030, pemerintah menargetkan jumlah UMKM yang go digital akan mencapai 30 juta.*

Berita Terkait