Gokil! Transmart dan Bukalapak 'Tag Team' Bikin Perusahaan E-Commerce Baru

11 Januari 2022 19:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Warga mengakses logo Bukalapak melalui website di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Konglomerasi milik Chairul Tanjung, CT Corp melalui PT Trans Retail Indonesia alias Transmart akan mendirikan perusahaan patungan (join ventures) e-commerce bersama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). 

Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa perusahaan patungan ini akan fokus menawarkan produk khusus buah-buahan, sayuran, serta makanan segar atau dikenal dengan istilah fresh and groceries

“Sekarang sedang dalam proses, kami akan membuat perusahaan patungan e-commerce khusus untuk fresh dan groceries bersama Bukalapak,” ujarnya dalam jumpa pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 11 Januari 2022.

Nantinya, kepemilikan perusahaan patungan itu mayoritas akan dipegang oleh CT Corp dengan porsi sebanyak 55%. Sedangkan, Bukalapak akan mengempit 45% dari total keseluruhan saham.

Kendati begitu, pria yang dijuluki “Anak Singkong” tersebut belum bersedia menjelaskan secara detil terkait bisnis yang akan segera dibangun bersama Bukalapak itu. Ia meminta masyarakat untuk informasi lebih lanjut.

Rights Issue Allo Bank jadi Pemantik

Kerja sama ini diawali dengan masuknya Bukalapak sebagai investor strategis emiten perbankan milik CT Corp, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Perusahaan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky itu akan menyerap saham BBHI melalui penawaran saham terbatas (rights issue).

Allo Bank sedianya bakal menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 10,04 miliar atau 46,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan pada kisaran Rp478 per lembar.

Chairul Tanjung melalui PT Mega Corpora yang menguasai 90% saham BBHI dan sekaligus pengendali Allo Bank mengumumkan kesediaannya untuk mengeksekusi 30% dari haknya dalam aksi korporasi tersebut.

Sementara itu, pada 24 Desember 2021, Mega Corpora telah menandatangani perjanjian pengalihan hak dalam rights issue kepada Bukalapak dengan total 2.497.816.903 HMETD.

Dengan begitu, Bukalapak diperkirakan bakal memiliki sekitar 11,49% saham BBHI setelah rights issue rampung dilaksanakan. Sejumlah investor kakap juga bakal turut serta dalam HMETD ini, di antaranya Grup Salim melalui PT Indolife Investama Perkasa, dan Grab lewat H Holdings Inc.

Berita Terkait