Gokil, dari Rugi Rp1,09 Triliun, Waskita Karya Berbalik Laba Rp41 Miliar

12 Agustus 2021 09:37 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Gedung Waskita Heritage dikawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil membalikkan kinerja dari sebelumnya rugi menjadi laba sebesar Rp41 miliar per semester I-2021. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan dengan kode saham WSKT ini mengalami rugi hingga Rp1,09 triliun.

Meskipun demikian, pendapatan perseroan tercatat turun hampir separuhnya, yakni 41,2% year-on-year (yoy) per semester I-2021. Kali ini, pendapatan yang diraup sebesar Rp4,7 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan Rp8 triliun per semester I-2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, Kamis, 12 Agustus 2021, beban pokok pendapatan berhasil ditekan dari sebelumnya minus Rp6,9 triliun per semester I-2020 menjadi minus Rp4,5 triliun per semester I-2021.

Total liabilitas sedikit naik, dari Rp89 triliun per akhir 2020 menjadi Rp89,7 triliun sepanjang enam bulan pertama 2021. Sebaliknya, total ekuitas turun menjadi Rp15,6 triliun dari sebelumnyaRp16,5 triliun per Desember 2020.

Adapun total aset perseroan hingga Juni 2021 sebesar Rp105,3 triliun, naik tipis dari Rp105,5 triliun per akhir tahun lalu.

Kontrak baru Rp3,1 triliun

Terkait perolehan kontrak baru, sepanjang semester I-2021 ini, WSKT  masih tertinggal dibandingkan dengan emiten konstruksi pelat merah lain. Posisinya didahului oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Kontrak baru yang dikumpulkan perseroan baru senilai Rp3,1 triliun hingga akhir Juni 2021. Selisih dari jumlah tersebut cukup jauh dibandingkan dengan WIKA yang sebesar Rp9,5 triliun, lalu PTPP dengan raihan kontrak baru sebesar Rp8,5 triliun, dan ADHI dengan kontrak baru senilai Rp6,7 triliun.

Tambahan PMN Rp7,9 triliun

Sebagai informasi, tahun ini WSKT menjadi salah satu perusahaan pelat merah yang mendapat tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,9 triliun. Bahkan pada tahun depan, perseroan mendapat guyuran lagi sebesar Rp3 triliun.

Dana tersebut direncanakan untuk menyelesaikan liabilitas perseroan yang tercatat mencapai Rp88,5 triliun per kuartal I-2021. Selain itu, PMN ini juga digunakan untuk merestrukturisasi utang.

Sejauh ini, terdapat lima bank yang telah menyetujui restrukturisasi WSKT dengan nilai outstanding mencapai Rp19,3 triliun. Nilai restrukturisasi tersebut setara 65% dari pokok pinjaman Waskita yang mencapai Rp29,26 triliun.

Lima bank yang menyetujui restrukturisasi WSKT terdiri dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Adapun nilai restrukturisasi terbesar ada di BNI, yakni Rp9,16 triliun. Kemudian Bank Mandiri, Rp4,61 triliun, BRI Rp2,79 triliun, BSI Rp1,71 triliun, dan Bank BPD Banten Rp998,22 miliar.

Waskita Karya mendapat perpanjangan tenor hingga 31 Desember 2026 dengan opsi tambahan pada 2031, sekaligus mendapat penyesuaian bunga atas pinjaman tersebut.

Berita Terkait