Gojek dan TBS Jalin Kolaborasi Strategis, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Roda Dua di Indonesia

18 November 2021 23:24 WIB

Penulis: Panji Asmoro

Editor: Ismail Pohan

CoFounder & CEO Gojek - Kevin Aluwi dan Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk - Pandu Patria Sjahrir usai menandatangani komitmen kerja sama dalam membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV) bernama Electrum, di Jakarta Kamis 18 November 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Setelah sukses melakukan uji coba tahap pertama kendaraan listrik roda dua, Gojek, platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, kembali menandai babak baru adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Hari ini, Gojek bersama dengan TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS), perusahaan energi terintegrasi dan terdepan di Indonesia, menandatangani komitmen kerja sama untuk membentuk usaha patungan atau Joint Venture (JV), dengan nama Electrum. Kolaborasi strategis pertama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia ini sekaligus mendukung rencana Pemerintah Indonesia menjadikan pengembangan industri kendaraan listrik sebagai prioritas nasional.

Melalui perusahaan patungan tersebut, Gojek dan TBS akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik. Bagi Gojek, kolaborasi strategis ini bagian dari upaya mewujudkan komitmen Sustainability Grup GoTo “Zero Emissions” (Nol Emisi Karbon). Gojek menargetkan menjadi platform karbon-netral dan mentransisi menjadi 100% kendaraan listrik di tahun 2030. Sejalan dengan Gojek, TBS juga berkomitmen penuh terhadap sustainability untuk mencapai Nol Emisi Karbon di tahun 2030 dengan melakukan transformasi business menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business.

Sebelumnya, Gojek telah mengumumkan uji coba komersial pemanfaatan motor listrik yang menerapkan skema baterai swap. Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan, lalu selanjutnya akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer di dalam platform Gojek. Data hasil uji coba ini juga akan dimanfaatkan untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik yang dapat memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
 

Berita Terkait