Go Private, Pemilik Saham Publik Bentoel Ditawari Rp1.000 per Lembar

20 Agustus 2021 13:46 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi rokok Bentoel (RMBA) / Bungkusrokok.com

JAKARTA – Emiten rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) telah mengungkapkan rencananya untuk menjadi perusahaan tertutup. Maka dari itu, RMBA pun menawarkan membeli kembali saham milik publik dengan harga Rp1.000 per saham.

“Para pemegang saham publik yang melaksanakan haknya untuk menjual saham miliknya dalam penawaran tender akan mendapatkan harga penawaran yang menarik untuk sahamnya,” ujar Sekretaris Perusahaan RMBA Dinar Shinta Ulie dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 20 Agustus 2021.

Dinar menyebut harga penawaran Rp1.000 per saham merupakan harga yang secara signifikan lebih menarik. Harga tersebut 356,21% lebih tinggi dari harga saham dalam 90 hari terakhir (Rp281) sebelum RMBA mengumumkan delisting dari BEI secara sukarela.

Harga saham juga 571,43% lebih tinggi dari hasil penilaian harga atas saham berdasarkan penilaian penilai independen, yaitu sebesar Rp175 per saham. Harga juga 147,28% lebih tinggi dari harga saham tertinggi selama dua tahun terakhir, yaitu Rp679 per saham.

Meski jauh lebih menarik dari harga saham dalam perdagangan beberapa tahun terakhir, besaran harga saham tersebut jauh lebih rendah dari harga yang dipatok ketika IPO. Saat itu, RMBA menetapkan harga saham sebesar Rp3.380 per lembarnya.

Struktur kepemilikan saham publik RMBA sebenarnya hanya tercatat 7,52% (2,74 juta lembar). Itu pun 7,29%-nya dimiliki oleh satu pihak, UBS AG London, dan sisanya 0,23% baru dimiliki oleh pemegang saham publik lainnya. RMBA menyebut hanya ada kurang lebih 2.385 pemegang saham publiknya saat ini.

Sementara itu, 92,48% saham RMBA dipegang oleh raksasa rokok British American Tobacco (BAT). BAT mengakuisisi Bentoel sejak 2009 yang membuat Bentoel memproduksi rokok bermerek dagang Dunhill dan Lucky Strike.

Sebagai informasi, BEI telah melakukan suspensi perdagangan saham RMBA sejak 6 Agustus 2021. Suspensi tersebut dilakukan atas permintaan RMBA yang waktu itu mengumumkan rencananya go private.

Berita Terkait