GMF AeroAsia Siap Rambah Industri Pertahanan, Saham GMFI dan GIAA Kompak Naik

03 Februari 2021 17:05 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk alias GMF AeroAsia merambah pasar industri pertahanan setelah mendapatkan Certificate of Approval Approved Military Repair Station (AMARS) dari Kementerian Pertahanan.

Dengan begitu, emiten berkode GMFI ini siap memberikan layanan perawatan alutsista industri pertahanan, khususnya pada pesawat angkut.

Direktur Utama GMF AeroAsia, I Wayan Susena mengatakan, diversifikasi usaha di bidang industri pertahanan ini merupakan salah satu upaya pemulihan perseroan di masa pandemi.

Baginya, sertifikat ini dapat memberikan keyakinan bahwa perawatan seluruh pesawat angkut militer dapat dikerjakan dengan baik.

Ia menjelaskan, sertifikasi ini lebih banyak menitik beratkan pada kriteria pemenuhan qualified personnel, tool equipment, quality system, facility dan existing certification dari badan regulator sipil.

Selain itu, katanya, GMF AeroAsia juga berharap agar dapat menjadi bagian dari modernisasi alutsista milik Industri Pertahanan.

“Sertifikasi ini penting bagi kami karena dalam melakukan perawatan alutsista milik industri pertahanan khususnya pesawat udara, semua perusahaan maintenance, repair, and overhaul (MRO) wajib memiliki sertifikasi dari regulator terkait.” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu 3 Februari 2021.

Wayan bilang, saat ini GMF AeroAsia yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah mengantongi sejumlah sertifikasi dari badan regulator. Antara lain FAA, EASA, DGCA, CASA, serta lebih dari 25 negara lain di seluruh dunia.

“Kepercayaan yang diberikan menjadi titik awal bagi kami untuk optimis membuka tahun ini dengan baik. Kapabilitas GMF akan terus kami tingkatkan supaya pasar yang belum dapat dimaksimalkan dapat kami serap sebaik mungkin,” imbuhnya.

Pada akhir sesi perdagangan Rabu 3 Februari 2021, saham GMFI naik 2,65% ke level Rp116 per lembar dengan kapitalisasi pasar Rp3,28 triliun.

Sementara itu, induk usaha GIAA turut terkerek 0,62% ke level Rp326 per lembar saham dengan market cap sebesar Rp8,44 triliun.

Berita Terkait