Giliran BNI Terbitkan Utang di Singapura Rp29,8 Triliun

May 12, 2020, 08:08 AM UTC

Penulis: Sukirno

Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat. / BNI.co.id

Setelah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., kini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. yang menerbitkan surat utang senilai US$2 miliar setara Rp29,87 triliun (kurs Rp14.936 per dolar AS) di Singapura.

Sekretaris Perusahaan BNI Meiliana mengatakan perseroan membentuk program Euro Medium Term Notes (EMTN) dan pendaftaran di Bursa Efek Singapura pada Rabu, 6 Mei 2020.

“Jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$2 miliar,” kata dia dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis di keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

Dari program EMTN tersebut, emiten bersandi saham BBNI itu dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$2 miliar. Rencana penawaran dan emisi akan dilakukan di kemudian hari sesuai kebutuhan perseroan, serta situasi dan kondisi pasar global.

Surat utang ini akan dilakukan di luar Indonesia. Dia memastikan, penerbitan surat utang ini akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan.

“Karena ditujukan antara lain untuk ekspansi bisnis dan pembiayaan kembali utang yang telah ada (debt refinancing),” tulisnya.

Sebelum BNI, sesama bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Bank Mandiri juga merilis surat utang serupa di bursa saham Singapura. Emiten bersandi saham BMRI itu merilis EMTN senilai total US$2 miliar dengan tahap pertama sudah diterbitkan US$750 juta.

Kali ini, Bank Mandiri menerbitkan EMTN tahap II senilai US$500 juta. Perseroan telah melakukan roadshow sejak 5 Mei 2020 untuk investor di luar Amerika Serikat. (SKO)