Gerak IHSG Akhir Pekan Diprediksi Tertahan, Simak Saham ICBP, BSDE, BBNI, dan INCO

04 Juni 2021 05:01 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media memantau pergerakan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak sedang bergerak melalui rentang konsolidasi wajar pada perdagangan akhir pekan, Jumat 4 Juni 2021. Indeks berpotensi menjenuh setelah overshoot resistance MA50 secara psikologis.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas dengan support resistance 5.913 – 6.123.

Ia menilai fluktuasi nilai tukar rupiah serta tercatatnya aliran dana asing secara year-to-date (ytd) turut memberikan sentimen bagi pergerakan IHSG.

“Pola gerak IHSG terlihat sedang bergerak melalui rentang konsolidasi wajar, resistance level terdekat sedang berusaha digapai,” tulis William melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Jumat 4 Juni 2021.

Dengan analisis tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya berpeluang memberikan profit dalam jangka pendek. Di antaranya ICBP, BBNI, ASII, TLKM, AALI, SMGR, dan ASRI.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut IHSG bergerak mengonfirmasi breakout MA50 dengan pergerakan momentum yang optimistis pada indikator RSI dan stochastic.

“Kami perkirakan, IHSG berpotensi bergerak tertahan pada akhir pekan dengan support resistance 6.031 hingga 6.111,” imbuhnya.

Lanjar turut membagikan menu-menu saham unggulan yang dapat dicermati sekaligus menjadi pertimbangan para investor. Antara lain BSDE, INCO, CTRA, ACST, ADHI, ERAA, serta LPPF.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,99% atau sebesar 59,94 poin ke level 6.091.51 pada akhir perdagangan Kamis, 3 Juni 2021. Sejumlah saham seperti BBCA, BBRI, DCII, BMRI dan CPIN memimpin penguatan hingga akhir sesi perdagangan.

Pada hari itu, net capital inflow cukup besar terjadi pada pasar reguler, yakni sebesar Rp888,85 miliar dengan total investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga Rp1,15 triliun di seluruh pasar.

Optimisme akan data ekonomi yang menunjang pemulihan ekonomi Indonesia disinyalir menjadi salah satu motor penggerak pasar. (SKO)

Berita Terkait