Genjot Transaksi Sukuk & Obligasi, BEI Luncurkan SPPA untuk Pasar Sekunder

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia kembali merilis platform perdagangan elektronik (Electronic Trading Platform/ETP) khusus Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di pasar sekunder. Platform bernama Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) ini merupakan bentuk lanjutan dari ETP yang sudah ada sebelumnya.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan, pengembangan platform ini dilakukan bersama dengan Axe Trading yang berbasis di Inggris, sebagai penyedia solusi perdagangan surat utang global.

“SPPA telah didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku pasar EBUS di Indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar EBUS Indonesia,” ungkap Hasan dalam rilisnya, Senin, 9 November 2020.

Sampai saat ini, sudah ada 20 pelaku pasar EBUS Indonesia yang menjadi pengguna jasa SPPA. Dengan 17 di antaranya merupakan dealer utama Surat Utang Negara (SUN) dan sudah dapat mulai memanfaatkan SPPA sebagai platform perdagangan EBUS.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, 20 pelaku ini merupakan pengguna jasa SPPA yang telah mengikitu program piloting SPPA.

“Peserta program piloting sudah mengikuti pelatihan penggunaan SPPA dan melakukan simulasi pasar bersama dengan tujuan familiarisasi penggunaan dan pemahaman SPPA,” pungkas Laksono.

Tags:
beiBursa Efek IndonesiaHeadlinesppa
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: