Genjot Sektor Ritel, Amar Bank Siap Ramaikan Persaingan Bank Digital

25 Agustus 2021 21:35 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Laila Ramdhini

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (Amar Bank) / Facebook @amarbankindonesia

JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menyatakan kesiapannya bersaing sebagai bank digital pada tahun depan. Amar Bank bakal menggenjot sektor ritel sebagai segmen utama dalam layanan digital banking Senyumku serta digital lending Tunaiku.

“Kita akan coba mem-boost funding melalui digital banking Senyumku. Agar ketika 2022 nanti, kita siap bersiap dengan yang lain-lain,” kata SME Corporate & Operations Director R.Eka Bayuaji dalam paparan virtual, Rabu, 25 Agustus 2021.

Bank yang fokus pada mobile-only bank ini menyatakan potensi pengembangan layanan keuangan digital semakin terbuka usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan beleid bank digital belum lama ini. 

“OJK juga sudah memberikan penerbitan aturan soal bank digital ini. potensinya di digital akan semakin kuat dan kami siap bersaing,” jelas Eka.

Aplikasi digital banking ini yang bakal menjadi tumpuan Bank Amar untuk mengeruk pendapatan dana murah atau CASA. Pasalnya, sebanyak 69% dari Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Amar berada di sektor ritel.

Adapun 31% DPK lainnya berasal dari segmen korporasi. Kinerja penghimpunan DPK Bank Amar pun cukup progresif. Kondisi ini tampak dari pertumbuhan 94,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Di sisi lain, penyaluran kredit Bank Amar masih akan mengandalkan platform digital lending bernama Tunaiku. Untuk diketahui, platform tersebut menjaring fokus utama debitur dari kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Amar Bank mencatatkan total pinjaman sebesar Rp1,85 triliun atau tumbuh sebesar 8,1% secara tahun berjalan (year to date/ytd). Sebanyak 47% dari portofolio ini berasal dari segmen UMKM.

Portofolio UMKM di Amar Bank ini jauh melebihi batas bawah yang diatur sebesar 20%. Dalam mendongkrak pendanaan, Executive Retail Banking AMAR Abraham C Lumban mengatakan perseroan bakal menggandeng lebih banyak financial technology sebagai ceruk penyaluran.

“Ada 121 perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK dan ini sejalan dengan visi perseroan yang menyasar nasabah yang unbankable,” ucap Abraham dalam kesempatan yang sama.

Amar Bank juga optimistis bisa menyalurkan kredit. Pasalnya, perseroan tercatat memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 33,1% atau jauh di atas rata-rata industri sebesar 24,77%.

Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) per akhir Juni 2021 bergerak di angka 81,4%.Tidak hanya itu, Amar Bank juga siap menyanggupi aturan modal inti minimum Rp2 triliun pada tahun ini dan Rp3 triliun pada 2022. 

“Kita akan me-leverage BUKU (Bank Umum kegiatan Usaha) kita dan menyalurkan nasabah kredit yang membutuhkan. kita akan meningkatkan aspek permodalan sehingga growth kami cukup aman,” ujar Abraham.

Berita Terkait