Genjot Layanan Digital, Transaksi Mandiri Online Capai Rp281 Triliun

JAKARTA – Era revolusi industri telah membuat gebrakan di berbagai sektor. Khususnya dalam ranah teknologi, industri keuangan pun mulai menyesuaikan dengan fenomena digitalisasi.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang terlihat gencar melakukan inovasi digital.

Manajemen melalui keterangan resmi di Jakarta hari ini, menyampaikan perkembangan transaksi mobile banking Mandiri Online yang tumbuh pesar.

“Mandiri Online telah digunakan lebih dari enam juta nasabah. Nilai transaksinya mencapai Rp281 triliun sepanjang kuartal tiga tahun ini,” ujarnya. Jumlah tersebut melampaui transaksi melalui ATM yang tercatat Rp244 triliun.

Secara tahunan, total nilai transaksi melalui platform Mandiri Online mencapai Rp739,6 triliun atau tumbuh 42% year-on-year (yoy).

Melalui platform mobile banking dan internet banking yang terintegrasi, lanjutnya, Bank Mandiri berupaya membawa seluruh kebutuhan layanan dalam satu genggaman.

Berbagai keperluan, mulai dari informasi saldo, riwayat transaksi tabungan dan kartu kredit, dapat diakses di smartphone sekaligus.

Selain itu, Mandiri Online juga dapat digunakan untuk pembayaran ke lebih dari 1800 biller, membuka rekening deposito dan tabungan rencana, isi ulang uang elektronik, hingga mengubah tagihan kartu kredit menjadi cicilan.

“Untuk membuka rekening, saat ini masyarakat tidak perlu lagi ke kantor cabang. Hanya dengan sentuhan jari, dalam waktu singkat rekening bank sudah dimiliki. Bahkan, rata-rata ada tiga ribu rekening baru setiap hari,” tutur manajemen.

Bangun Ekosistem Digital

Platform andalan Bank Mandiri ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengatur keuangannya, melalui penempatan dana dan memonitor kredit.

Untuk menyokong pengembangan digital banking, perseroan mengaku telah mengalihkan infrastruktur dari model konvensional ke cloud computing.

Bank Mandiri juga membangun digital ecosystem melalui Mandiri API. Di sana, ada lebih dari 300 mitra bisnis, termasuk e-commerce yang bergabung. 

Kemudian, layanan digital dibangun dengan menghadirkan MITA (Mandiri Intelligent Assistant), layanan informasi perbankan via aplikasi percakapan, seperti WhatsApp.

Sementara bagi pelaku UMKM, terdapat Mandiri PINTAR sebagai digital sales platform untuk memudahkan kredit.

“Proses pengajuan kredit hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk nasabah baru,” tulis keterangan tersebut.

Tags:
Bank Mandiridigitalisasi layanan bankEra Revolusi IndustriHeadlineLayanan digitalMandiri OnlineMobile BankingPT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: