Genjot Belanja Pemerintah, Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp20 Triliun

01 September 2021 19:32 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Nasabah melakukan transaksi di counter kantor cabang Bank Mandiri, Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Belanja negara merupakan ceruk bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan.  Apalagi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun ini diproyeksikan defisit 5,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk membiayai program pemulihan ekonomi nasional.

Meski begitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengatakan momentum defisit APBN ini tidak menyebabkan potensi penyaluran kredit Kementerian/Lembaga (K/L) ikut menanjak. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan adanya aturan penganggaran di awal tahun buku membuat K/L tidak bisa serta merta menarik kredit.

Kendati demikian, Rudi mengungkap perseroan telah mengucurkan Rp20 triliun untuk pembiayaan K/L hingga Semester I-2021. Dirinya membidik sejumlah sektor yang tengah digenjot pemerintah untuk mengerek realisasi penyaluran kredit.

“Kredit yang disalurkan Bank Mandiri kepada K/L telah mencapai lebih dari Rp20 triliun, dengan fokus kepada beberapa sektor strategis antara lain sektor pertahanan dan keamanan, pengembangan infrastruktur, dan lainnya,” ucap Rudi saat dihubungi TrenAsia.com, Rabu, 1 September 2021.

Nilai itu belum termasuk bisnis turunan dari nasabah K/L seperti kredit retail. Menurut catatan perseroan, total kredit retail yang dikucurkan hingga semester I-2021 telah mencapai Rp15 triliun.

Intermediasi bank yang diberi mandat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menggenjot pembiayaan korporasi ini juga ditopang oleh penghimpunan dana Pihak Ketiga (DPK) ASN. Dari kalkulasi sementara, DPK yang berasal dari payroll ASN di Bank Mandiri telah menembus Rp22 triliun.

Optimstis di Tahun 2021

Bank Mandiri   optimistis menatap kinerja di tahun ini. Bank berlogo pita kuning ini membidik penyaluran kredit secara konsolidasian double digit 11-13% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun ini. Penyaluran kredit itu masih dimotori oleh entitas bank only, yakni mencapai 6%-7%.

Hingga paruh pertama tahun ini, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 16,4% yoy menjadi Rp1.014,3 triliun.

Segmen wholesale banking masih jadi primadona di Bank Mandiri dengan membukukan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp534,2 triliun atau 52,6% dari total kredit. Adapun penyaluran segmen kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tumbuh agresif 20,01% yoy menjadi Rp98,3 triliun.

Secara bank only, Bank Mandiri membukukan penyaluran kredit 3,97% Rp997,78 triliun atau tumbuh 13,97% year to date (ytd). Selain kecipratan pembiayaan dari K/L, bisnis pembiayaan korporasi juga diprediksi ekonom semakin menunjukan jalan cerah pada tahun ini.

Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede memproyeksikan kredit korporasi perbankan bisa tumbuh 1%-2% pada tahun ini.

Pemulihan ekonomi yang tengah dilakukan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur bakal menjadi penopang pertumbuhan kredit pada tahun ini.

Apalagi, proyek infrastruktur mendapat sorotan dari pemerintah. Salah satunya adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki nilai investasi hingga Rp464,6 triliun.

“Beberapa sektor penyaluran kredit korporasi yang dapat dioptimalkan mempertimbangkan pertumbuhan kredit yang masih terbatas dan di saat bersamaan risiko kreditnya cenderung manageable  antara lain sektor konstruksi dan telekomunikasi,” ujar Josua kepada TrenAsia.com belum lama ini.

Berita Terkait