Genap Setahun, Erick Thohir Sebut Nilai Transaksi PaDi UMKM Tembus Rp10,3 Triliun

06 September 2021 21:30 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada pekerja KAI dan KCI di kantor Kementrian BUMN, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020. Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penghargaan kepada dua pekerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), yakni Petugas Pengawalan KRL, Egi Sandi Saputra (24) dan Petugas Kebersihan kereta, Mujenih (34) yang menemukan uang Rp500 juta di gerbong kereta saat parkir di Stasiun Bogor, Jawa Barat. Apresiasi ini sekaligus penghormatan atas kejujuran dan amanah yang dilakukan saat bekerja (Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa nilai transaksi platform binaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PaDi UMKM, sangat potensial. Baru diluncurkan setahun lalu, nilai transaksinya kini telah mencapai Rp10,3 triliun.

"Kita memastikan agar BUMN tidak menjadi menara gading, tetapi harus dekat dengan UMKM dan dekat kepada masyarakat. Seluruh BUMN yang ada di 12 klaster dengan 43 perusahaan sudah berkonsolidasi di mana kita meluncurkan PaDi UMKM, di situ kita sudah bertransaksi sebanyak 130 ribu transaksi dengan 9.600 UMKM yang terlibat dan menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp10,3 triliun sampai Agustus kemarin,” ujar Erick dalam acara penandatanganan nota kesepahaman "Kemitraan Koperasi, UMKM/IKM dalam Rantai Pasok BUMN" di Jakarta, Senin, 6 September 2021.

Penandatanganan MoU ini merupakan komitmen keeempat kementerian, yaitu Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN untuk menghubungkan pelaku koperasi, UMKM, dan industri kecil dan menengah (IKM) untuk terhubung ke dalam rantai pasok global guna mendorong peningkatan ekspor dan penguatan substitusi impor.

Erick mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menggairahkan kinerja UMKM. Pasalnya, dengan adanya krisis selama pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap 99% pelaku UMKM.

Dia menyebut saat ini pihaknya saat ini telah mengupayakan berbagai langkah untuk menghidupkan sektor UMKM, termasuk dengan melakukan kemitraan dengan kementerian lain.

Proyek yang sudah dikolaborasikan antara lain penyediaan modular Pertashop oleh usaha binaan Kemenkop UKM, serta penyediaan pengecoran logam di beberapa proyek PLN oleh usaha binaan Kemenperin.

"Kerja sama hari ini harus kita lakukan untuk meningkatkan TKDN untuk industrinya. Bahkan di tahap awal, nilai transaksi kerjasama dengan enam BUMN ini sudah mencapai Rp53,2 miliar. Saya yakin dengan dukungan para Direksi BUMN, nilainya insyaallah bisa sepuluh kali lipat di tahap awal," terang Erick.

Dia menambahkan, dalam kemitraan dengan UMKM, Kementerian BUMN harus tetap memastikan agar UMKM harus bisa mendukung standar kualitas BUMN agar terus bisa bersaing di pasar global.

"Saya berharap kerja sama ini bisa terus ditingkatkan. Kami di BUMN sangat membuka diri dan dengan segala support yang ada saya akan memastikan hal ini terjadi. Terima kasih atas kesempatan kerja samanya kepada kedua Kementerian dan Direksi BUMN yang terus berkomitmen dalam mendukung transformasi di BUMN," katanya.

Di kesempatan terpisah, Erick juga mengikuti sekaligus membuka acara PaDi UMKM Indonesia Virtual Expo Batch II yang berlangsung sepanjang pekan ini.

Acara ini diikuti oleh 295 UMKM dari tujuh mitra pengampu non-BUMN. Jumlah ini bertabah dari pameran Batch I pada Februari lalu yang sebanyak 244 UMKM.

Erick berharap pameran yang dilakukan secara virtual ini bisa mendatangkan kepercayaan diri para pelaku UMKM untuk bisa bersaing di pasar global.

"Saya optimis pameran produk UMKM virtual batch II yang diikuti UMKM binaan mitra pengampu non-BUMN yang bergabung di Pasar Digital UMKM ini menjadi salah satu jalan agar mereka bisa naik kelas," katanya.*

PaDi UMKM dibentuk pada Agustus 2020 dan dikelola oleh PT Metranet, anak usaha Telkom. Platform ini melayani produk Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C). Produk B2B antara lain bahan bangunan, konstruksi, catering, furnitur, iklan, ekspedisi dan masih banyak lainnya.

PaDi UMKm dibentuk dengan tujuan utama melayani atau memasok kebutuhan BUMN.

Berita Terkait