Krakatau Steel Gelontorkan Rp987,12 Miliar untuk Pembentukan Subholding Baja Konstruksi

13 September 2021 11:04 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Krakatau Steel, Jakarata. Foto: Panji Asmoro

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akhirnya menyelesaikan proses pembentukan subholding baja konstruksi. KRAS pun menggelontorkan dana Rp987,12 miliar untuk penyertaan modal di anak usaha PT Krakatau Wajatama (KWT) demi pembentukan subholding tersebut.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), proses subholding ini dimulai dengan KRAS yang menambah modalnya di KWT. Setelah itu, KWT menjadi pengendali anak usaha KRAS lainnya yang menjadi bagian dari subholding, yaitu PT KHI Pipe Industries (KHI) dan PT Krakatau National Resources (KNR).

“KWT jadi induk subholding baja konstruksi,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim ketika dikonfirmasi TrenAsia.com, Senin, 13 September 2021.

Penyertaan modal ini pun membuat KRAS memiliki 99,9999% saham KWT. Lalu, KWT memiliki 99,5% saham di KHI dan 99,99% saham di KNR.

“Subholding Krakatau Baja Konstruksi ini merupakan subholding kedua setelah sebelumnya telah dibentuk Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur di bulan Juni 2021,” jelas Silmy.

Silmy menambahkan, tujuan dari pembentukan subholding Krakatau Baja Konstruksi ini adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui penggabungan anak perusahaan. 

KRAS juga berencana mengoptimalisasi kinerja dengan beberapa inisiatif seperti program efisiensi, operational excellence, digitalisasi, penguatan pangsa pasar melalui strategi hilirisasi, serta membangun bisnis model yang lebih baik.

Subholding ini juga memiliki beberapa fasilitas produksi, seperti pabrik baja tulangan dan baja profil dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, produk wire rod 500.000 ton per tahun, dan produk pipa baja sebesar 230.000 ton per tahun.

Subholding Krakatau Baja Konstruksi juga bergerak di bidang perdagangan dan distribusi besi dan baja. Aktivitas bisnis ini akan mendukung pemasaran dan pengembangan bisnis baja hilir yang sudah dilakukan. Sebelumnya, KRAS juga sudah meluncurkan 9 produk baja hilir sejak 2020.

“Keunggulan Subholding Krakatau Baja Konstruksi antara lain menyediakan solusi aplikasi baja yang lengkap dan kompetitif kepada konsumen, baik untuk manufaktur, fabrikasi maupun custom project,” ujar Silmy.

Berita Terkait