Geliat Industri Terlihat, Pembiayaan Korporasi di Bank Meningkat

April 16, 2021, 04:02 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Calon pembeli melintas di antara produk elektronik yang di pajang di Gerai Electronic City, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa, 5 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Survei terbaru Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 terindikasi meningkat.

Tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada Maret 2021 sebesar 16,6%, meningkat dibandingkan dengan SBT pada Februari 2021 yakni 8,2%.

Melansir dari publikasi resmi, Jumat, 16 April 2021, peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama disampaikan oleh responden pada sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, perikanan dan kehutanan, konstruksi, serta reparasi mobil dan motor.

Kebutuhan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, dan mendukung pemulihan pasca-new normal. Adapun pemenuhan kebutuhan pembiayaan didominasi oleh dana sendiri yang meningkat.

Sementara porsi pinjaman perbankan dalam negeri dan pinjaman dari perusahaan induk terindikasi menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Penambahan pembiayaan melalui perbankan yang dilakukan oleh rumah tangga pada Maret 2021 terpantau masih terbatas. Pengajuan pembiayaan oleh rumah tangga tersebut terutama diperoleh dari Bank Umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG).

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Maret 2021 terindikasi lebih tinggi dibandingkan dengan Februari 2021. Berdasarkan kelompok bank, meningkatnya penyaluran kredit baru pada Maret 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit.

Dengan perkembangan tersebut, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh positif untuk keseluruhan kuartal I2021, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 52,9%.