Gelar Ratas Evaluasi PPKM, Ini 6 Arahan Jokowi terkait Libur Nataru dan KTT G20

23 November 2021 12:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (Ratas) dalam rangka melakukan evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin, 22 November 2021. (Tangkapan Layar YouTube Setpres.)

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (Ratas) dalam rangka melakukan evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin, 22 November 2021. Ratas tersebut membahas sejumlah hal mulai dari evaluasi PPKM, vaksinasi hingga persiapan menjelang Presidensi G20.

Dalam pengantarnya, Jokowi mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir kasus aktif COVID-19 di tanah air telah menurun 892 kasus dari 9.018 kasus di 14 November menjadi 8.126 kasus di 21 November 2021.

"Untuk penambahan kasus baru rata-rata 362 kasus setiap harinya," katanya.

Kepala Negara meminta para menteri, TNI, Polri, kepala daerah dan Satuas Tugas (Satgas) COVID-19 bahu-membahu mempercepat vaksinasi dan memperketat penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat sehingga kasus COVID-19 terus melandai.

Berikut enam arahan penting Jokowi dalam ratas dengan para Menteri di Jakarta:

1. Persiapan Libur Nataru

Dalam arahannya, Jokowi pertama-tama mengingatkan soal persiapan menjelang libur nasional Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dia meminta agar seluruh kementerian dan lembaga memiliki frekuensi yang sama dalam mengendalikan Covid-19 terutama pada bulan Desember mendatang.

"Saya minta seluruh kementerian dan lembaga frekuensinya sama dalam menghadapi Bulan Desember 2021 ini. Sekali lagi, memiliki frekuensi yang sama! Jangan terjebak pada ego sektoral, utamakan kerja sama, utamakan koordinasi sehingga kelihatan bahwa kita memiliki frekuensi yang sama," katanya.

2. Persiapan Presidensi G20

Jokowi juga mengingatkan tentang penerapan protokol kesehatan pada guliran pelaksanaan rangkaian kegiatan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 yang akan mulai dilaksanakan pada awal Desember di Jakarta dan Bali.

Untuk diketahui, Presidensi G20 Indonesia akan berlangsung sejak 1 Desember 2021 sampai dengan Desember tahun depan. Indonesia menerima Keketuaan Presiden g20 dari Italia pada akhir November lalu di Roma.

"Kegiatan kick off untuk Sherpa Meeting di KTT G20 nanti akan dilakukan di Jakarta dan kick off untuk Finance Track di Bali di awal Desember, sehingga dunia akan melihat kita.
Oleh sebab itu, kemampuan kita dalam mengendalikan pandemi betul-betul diuji dan utamanya dalam menjalankan protokol kesehatan," tandas Jokowi.

Terkait Presiden G20, Jokowi menekankan pentingnya pendampingan dari Satgas Covid-19 untuk menyambut kedatangan delegasi, mulai dari kedatangan di bandara udara, hotel dan lingkungan sekitar, hingga ke tempat penyelenggaraan KTT.

3. PPKM Level 3 Selama Nataru

Arahan ketiga yang disampaikan Jokowi dalam ratas adalah mengenai penyeragaman penerapan PPKM Level 3 selama Nataru.

Dia meminta jajaran terkait untuk mengomunikasikan dengan baik kepada masyarakat mengenai rencana penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia pada saat Natal dan Tahun Baru nanti, termasuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan kasus-kasus dan kenaikan kasus yang ada di Eropa sebagai perbandingan.

“Ini penting sekali sebagai sebuah background dari keputusan yang akan kita ambil, karena memang ada beberapa yang menolak pemberlakuan PPKM Level 3 ini karena memang menginginkan situasi menjadi normal kembali," paparnya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa Kementerian atau lembaga terkait betul-betul memperhatikan penanganan kasus COVID-19 di Bali yang menjadi venue utama KTT G20.

"Kita harus ingat bahwa apapun, utamanya ini pariwisata di Bali, memang terdampak paling dalam, tapi juga perlu dijelaskan bahwa apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita. Apalagi, sekali lagi, kita akan menjadi tuan rumah 150 meeting yang ada di G20," katanya.

4. Seimbangkan Gas-Rem

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memerintahkan para kepala daerah untuk terus menyeimbangkan antara gas dan rem dalam upaya pengendalian pandemi, di satu sisi, dan pemulihan ekonomi, di sisi yang lainnya.

“Agar juga disampaikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyeimbangkan betul-betul gas dan rem sehingga kita bisa mempertahankan momentum (perekonomian) untuk tumbuh positif," paparnya.

Jokowi berharap pertumbuhan ekonomi terus membaik hingga akhir tahun nanti sehingga tahun depan bisa mengungkit kembali perekonomian ke jalur normal.

"Kita tahu di Kuartal II (ekonomi) tumbuh 7,07 persen, di Kuartal III tumbuh 3,51 persen, dan kita harapkan di Kuartal IV ini lebih baik dari kuartal yang ketiga," terangnya.

5. Kesiapan Faskes

Jokowi tidak lupa mengingatkan para pembantunya dan kepala daerah untuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes) dalam lonjakan kasus Covid-19.

"Saya minta Menteri Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kesiapan rumah sakit apabila terjadi lonjakan pasien sakit selama akhir Desember dan awal Januari 2022, terutama pemetaan situasi dan terutama di daerah yang berpotensi kasusnya meningkat," ucapnya.

6. Genjot Vaksinasi

Arahan terakhir yang disampaikan Jokowi yaitu terkait percepatan vaksinasi. Jokowi menargetkan akhir tahun ini bisa mencapai vaksinasi nasional di angka 70%.

“Saya minta proaktif jemput bola dan juga datangi masyarakat dan saya minta backup dari TNI dan Polri utamanya untuk yang lansia betul-betul dilakukan," katanya.

Jokowi mengapresiasi vaksinasi door to door yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia berharap pemerintah daerah yang vaksinasinya masih rendah segera dibantu.

"Saya melihat (vaksinasi) door to door yang dilakukan oleh BIN juga baik karena ini diambil yang divaksin adalah yang lansia. Kita harapkan terutama untuk pemerintah daerah yang masih rendah vaksinasi agar diberikan bantuan secara khusus," ungkapnya.*

Berita Terkait