GBG Masuk Daftar Bergengsi 100 Teratas IDC FinTech Rankings

17 September 2021 10:36 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Sukirno

Ilustrasi kredit online atau pinjaman online (pinjol), peer to peer (P2P) lending resmi / OJK (OJK.go.id)

JAKARTA – Perusahaan fintech, GBG (AIM:GBG) mengumumkan penempatan perdananya sebagai salah satu dari 100 penyedia teknologi keuangan teratas di seluruh dunia oleh IDC Financial Insights, menempati posisi ke-66 pada FinTech IDC 2021 Rankings.

Managing Director GBG, APAC, Dev Dhiman mengatakan, peringkat tersebut merupakan kehormatan untuk diakui sebagai pendatang baru di antara 100 penyedia fintech teratas di seluruh dunia.

“GBG telah melayani lebih dari 20.000 pelanggan di lebih 70 negara dunia, termasuk bank papan atas dan fintech di APAC dan juga di Indonesia. Kami telah tumbuh dan berkembang pesat untuk tetap mengikuti disrupsi digital yang cepat dan peningkatan fokus dalam AI, cloud, inklusi keuangan, dan kolaborasi lintas vertikal di industri jasa keuangan,” kata Dev dalam keterangan resmi, dikutip Jumat 17 September 2021.

Ia memaparkan, GBG telah meningkatkan dan memodernisasi rangkaian lengkap verifikasi identitas, deteksi penipuan, dan teknologi kepatuhan guna mengelola kompleksitas dan volume kejahatan keuangan saat ini. 

Serta memastikan bank dan fintech beroperasi dengan solusi yang gesit dan dinamis untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik bagi konsumen untuk bergabung dan bertransaksi.

“Pengakuan ini merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan aktivasi solusi yang diperkaya secara real-time yang mulus untuk membantu mengelola kejahatan keuangan yang muncul dengan lebih baik. Saat ini, solusi GBG dipercaya oleh perusahaan besar dan kecil untuk membuat kehidupan digital lebih sederhana dan lebih aman bagi bisnis dan konsumen,” tutup Dev.

Peringkat vendor tahunan ke-18 mewakili penyedia perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan terkemuka untuk industri jasa keuangan dari seluruh dunia. Peringkat gaya Fortune 500 mengkategorikan dan mengevaluasi penyedia teknologi keuangan global teratas berdasarkan pendapatan tahun kalender dari lembaga keuangan untuk perangkat keras, perangkat lunak, dan/atau layanan. 

Para penyedia ini memasok tulang punggung teknologi industri jasa keuangan, sebuah industri di mana IDC Financial Insights memperkirakan pengeluaran TI di seluruh dunia menjadi sebesar US$590 miliar pada 2025.

Berita Terkait