Garuda Indonesia Dapat Kucuran Dana Rp725 Miliar dari PPA, Buat Apa?

17 September 2022 18:15 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mendapatkan fasilitas pembiayaan restorasi armada dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). (Foto : Panji Asmoro/TrenAsia)

JAKARTA - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mendapatkan fasilitas pembiayaan restorasi armada dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).

Fasilitas pembiayaan dengan nilai hingga Rp725 miliar melalui skema bagi hasil ini akan berlangsung selama lima tahun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan kinerja perusahaan, khususnya pada lini operasional penerbangan.

Rinciannya yakni untuk restorasi armada dan pemeliharaan spare part pesawat (seperti engine, APU, shipping part, dan berbagai komponen pesawat lainnya) yang dioperasikan oleh perusahaan guna mendukung kelancaran operasional Garuda Indonesia.

Implementasinya akan dilakukan secara bertahap pada sejumlah rute yang akan dijadikan skema kerja sama bagi hasil, di antaranya Jakarta-Surabaya-Jakarta, Jakarta-Makassar-Jakarta, serta Jakarta-Jayapura-Jakarta.

Irfan mengaku pandemi COVID-19 yang telah terjadi selama lebih dari dua tahun ini telah membawa industri penerbangan menghadapi berbagai tantangan kinerja operasional.

"Termasuk keterbatasan jumlah armada yang berada dalam kondisi siap beroperasi (serviceable) setelah sebelumnya armada tersebut sempat tidak beroperasi di tengah proses restrukturisasi kewajiban usaha, termasuk negosiasi bersama lessor,” jelas Irfan.

Ke depan, penggunaan fasilitas pembiayaan yang telah disepakati ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan proyeksi restorasi armada yang telah ditetapkan. Sehingga nantinya fasilitas pembiayaan akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional penerbangan Garuda Indonesia.

Irfan melanjutkan, sejalan dengan komitmen Garuda Indonesia untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan penerbangan, kerja sama dengan PPA ini diharapkan dapat mengoptimalkan kesiapan operasional Garuda Indonesia untuk memastikan mandat national flag carrier untuk menjamin ketersediaan pilihan layanan penerbangan yang aman dan nyaman guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kerja sama fasilitas pembiayaan ini memberikan optimisme dan kepercayaan sektor dunia usaha terhadap outlook bisnis Garuda Indonesia ke depannya,” kata Irfan.

Sebelumnya, Garuda Indonesia secara bertahap terus melakukan optimalisasi utilisasi pesawat sejalan dengan hasil negosiasi dengan lessor sejalan dengan telah disetujuinya proposal perdamaian dalam proses PKPU.

Melalui berbagai upaya tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan upaya untuk meningkatkan jumlah armada yang serviceable. Armada ini diproyeksikan akan bertambah secara bertahap mencapai sekitar  60 pesawat demi mendukung akselerasi peningkatan kinerja GIAA hingga akhir 2022.

Berita Terkait