Garap Proyek Anyar, WIKA Realisasikan Capex Rp354 Miliar per Semester I-2021

08 September 2021 16:03 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi logo WIKA

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) merealisasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp354 miliar per semester I-2021. Mengutip paparan presentasi Public Expose perseroan, Rabu, 8 September 2021, anggaran tersebut digunakan untuk penyertaan modal dan pengembangan bisnis.

Pada awal semester II tahun ini, perseroan menaungi proyek anyar pembangunan sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Dalam proyek ini, WIKA tergabung dalam Kerja Sama Operasional (KSO) bersama PT Jaya Konstruksi.

Perseroan tercatat bakal memimpin proyek dengan menguasai 63% atau atau senilai Rp435,2 miliar atas KSO proyek KBT. Pada proyek ini, WIKA bertanggung jawab melanjutkan pembangunan terowongan (sodetan) ganda dari Sungai Ciliwung (inlet) menuju titik pertemuan (arriving shaft) di Jalan Otista III sepanjang 549 meter.

Sodetan ini bertujuan untuk mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 meter kubik per detik ke KBT, saat Sungai Ciliwung sudah tidak lagi mampu menampung debit air pada perkiraan debit banjir ulang 25 tahunan sebesar 508 meter kubik per detik.

Selain proyek ini, WIKA juga tengah melakukan penyelesaian terhadap proyek pembangunan Bendungan Sukamahi, Bogor dan pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong, Jakarta. Sebelumnya, beberapa proyek baru yang diraih WIKA antara lain proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, pembangunan infrastruktur Kawasan Mandalika, serta rumah dinas TNI AD di 35 titik seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, per semester I-2021 pendapatan WIKA tercatat turun 5,6% year-on-year (yoy) menjadi Rp6,7 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan perseroan sebesar Rp7,1 triliun. Meskipun demikian, beban pokok pendapatan berhasil ditekan dari minus Rp6,4 triliun menjadi minus Rp6,2 triliun.

Di sisi lain, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot hingga 66,8% yoy menjadi Rp83 miliar. Padahal, per semester I-2020 laba ini tercatat Rp250 miliar/

Untuk total liabilitas, tercatat ada penurunan menjadi Rp45,8 triliun, dari Rp51,4 triliun per akhir 2020. Total ekuitas meningkat tipis menjadi Rp16,7 triliun, dari Rp16,6 triliun per Desember 2020.

Dengan kas dan setara kas Rp7,5 triliun, total aset yang dibukukan perseroan sebesar Rp62,5 triliun, turun dari akhir tahun lalu yang sebesar Rp68,1 triliun.

Berita Terkait