Gara-gara Komentar Hawkish Pejabat The Fed, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Melemah

19 Januari 2023 18:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini karena komentar hawkish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed). 

Menurut data perdagangan Bloomberg, Kamis, 19 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 16 poin di posisi Rp15.104 per-dolar AS. 

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 18 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 77 poin di level Rp15.077 per-dolar AS. 

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat karena selera terhadap aset berisiko langsung memburuk akibat komentar hawkish pejabat The Fed yang menyarankan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi. 

Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan bahwa The Fed perlu menaikkan suku bunga hingga di atas kisaran 5-5,25% untuk menanggulangi inflasi. 

Sementara itu, komentar senada pun keluar dari Presiden The Fed St Louis, James Bullard, yang menyatakan bahwa pihaknya harus secepat mungkin mengerek suku bunga di atas 5% untuk memerangi inflasi. 

"Pejabat The Fed meredam ekspektasi bahwa bank sentral AS mendekati akhir dari kebijakan pengetatannya," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Kamis, 19 Januari 2023. 

Sebelumnya, sebagian besar pelaku pasar memprediksi The Fed akan melambatkan kenaikan suku bunga dari yang awalnya dikerek 50 basis poin menjadi 25 basis poin. 

Saat ini, suku bunga The Fed sendiri berada di posisi 4,25-4,5%. Apabila kenaikan suku bunga The Fed di pertemuan berikutnya sesuai dengan ekspektasi 25 basis poin, maka level Fed Fund Rate akan naik ke 4,5-4,75%. 

Akan tetapi, dengan komentar pejabat Presiden The Fed Cleveland yang menyatakan perlunya kenaikan hingga 5-5,25%, maka secara tidak langsung ia mengatakan bahwa bank sentral AS berpeluang untuk menaikkan suku bunga hingga 75 basis poin. 

Alhasil, hal itu pun menjadi sentimen negatif untuk aset berisiko, dan dolar AS pun kembali menguat sementara rupiah melemah. 

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Jumat, 20 Januari 2023, nilai kurs rupiah berpotensi melemah di rentang Rp15.090-Rp15.130 per-dolar AS.

Berita Terkait