Gara-Gara Jual Menara Rp10,28 T, Indosat Berbalik Untung Rp5,6 Triliun

30 Juli 2021 04:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Karyawati beraktivitas di salah satu Gerai Indosat Ooredoo di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021.

JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) mencetak kinerja keuangan yang cemerlang pada paruh pertama tahun ini. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sekaligus membalikkan posisi keuangan dari rugi menjadi untung.

Berdasarkan laporan keuangan interimnya, perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp14,98 triliun pada semester I-2021. Angka ini meningkat sekitar 11,4% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun lalu, Rp13,45 triliun.

Pendapatan seluler naik 11,3% yoy menjadi Rp12,4 triliun. Bisnis B2B Enterprise juga menunjukkan kinerja yang kuat, dengan peluang yang muncul termasuk IoT, IT Services, Cloud, dan Security, membantu memberikan pertumbuhan pendapatan 16,5% secara tahunan menjadi Rp2,65 triliun.

EBITDA ISAT turut meningkat 24,8% yoy mencapai Rp6,78 triliun. Ini merupakan EBITDA semester pertama tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh kombinasi pertumbuhan top line dan efisiensi biaya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan 4,8% pada margin EBITDA yoy, mencapai 45,2% di semester pertama tahun ini.

Dengan catatan tersebut, Indosat berhasil mendapatkan laba bersih hingga Rp5,60 triliun pada enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbanding terbalik dibandingkan dengan periode semester I-2020, di mana perseroan mengalami rugi bersih Rp341,10 miliar.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa pihaknya secara konsisten mencatatkan kinerja keuangan yang kuat melalui eksekusi yang berfokus pada strategi transformasi. 

Pada paruh pertama tahun ini, kata dia, perseroan berhasil mencapai pertumbuhan top-line yang solid, meneruskan tren pertumbuhan pendapatan yang secara konsisten. Selain itu, Indosat juga mencatatkan EBITDA yang mumpuni, dengan pertumbuhan 2 kali lebih cepat daripada pendapatan.

“Fokus kami atas produk yang sederhana, transparan, dan inovatif, bersama dengan komitmen kami terhadap keunggulan jaringan, mewujudkan pertumbuhan dan profitabilitas yang konsisten dan berkelanjutan bagi bisnis kami,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers, Kamis, 29 Juli 2021.

Ekspansi dan Aksi Korporasi

Pelanggan data 4G Indosat Ooredo tumbuh menjadi 40 juta, atau meningkat 29,5% yoy. Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) meningkat sebesar 8,2% yoy menjadi Rp34 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data yang naik 40,2% yoy.

Pada 30 Maret 2021, perseroan mengumumkan penandatanganan perjanjian jual dan sewa kembali 4.247 menara telekomunikasi dengan PT EPID Menara AssetCo alias Edge Point Indonesia dengan nilai Rp10,28 triliun. 

PT EPID Menara AssetCo sendiri merupakan anak usaha Edge Point yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh Digital Colony, perusahaan investasi infrastruktur digital global yang memiliki pengalaman luas dalam mengoperasikan menara seluler.

Pada kuartal kedua tahun 2021, Indosat Ooredoo mengumumkan peluncuran layanan 5G komersial pertamanya di kota Solo. Hal itu menjadikannya salah satu provider pertama yang meluncurkan layanan sinyal ponsel generasi kelima tersebut.

Berita Terkait