Gara-Gara Corona, Pizza Hut Berbalik Tekor Rp93,52 Miliar

08 Mei 2021 08:36 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Suasana di salah satu Gerai Pizza Hut, Jakarta, Kamis 2 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten pengelola dan pemegang hak merek Pizza Hut di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) harus menelan pil pahit akibat pandemi COVID-19. Sepanjang 2020, perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp93,52 miliar.

Padahal, di tahun sebelumnya perseroan sukses mencetak laba mencapai Rp200,02 miliar. Akibatnya, perseroan mencatat rugi per saham dasar hingga Rp31,08 dari laba per saham dasar Rp66,19 pada akhir Desember 2019.

Pada tahun lalu, penjualan PZZA turun sekitar 13,28% year-on-year (yoy) menjadi Rp3,46 triliun dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun sebelumnya Rp3,99 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan secara tahunan dari Rp1,30 triliun menjadi Rp1,20 triliun.

Total liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang perseroan kompak naik dan mengakibatkan keseluruhan kewajiban membuncit dari Rp769,30 miliar pada 2019, menjadi Rp1,08 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara, total ekuitas menipis dari Rp1,34 triliun menjadi Rp1,15 triliun.

Adapun kas dan setara kas PZZA ambles hingga 45,03% yoy dari Rp110,42 miliar menjadi hanya Rp60,70 miliar per 31 Desember 2020. Kendati begitu, jumlah aset yang dimiliki perseroan justru tumbuh menjadi Rp2,23 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,11 triliun.

Di lantai bursa, saham PZZA berada pada posisi stagnan di level harga Rp720 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Mei 2021. Dalam sehari , saham PZZA hanya ditransaksikan sebanyak 71 kali dengan nilai Rp144,86 juta.

Hingga 31 Maret 2021, susunan pemegang saham PZZA antara lain PT Sriboga Raturaya dengan porsi kepemilikan mayoritas sebesar 64,79%. Lalu disusul oleh The Scottish Oriental Smaller Companies Trust Plc sebanyak 7% saham.

Kemudian, DBS Bank Ltd S/A Albizia Asean mengempit 5,56% dari keseluruhan saham PZZA. Sisanya sebanyak 22,12% saham PZZA tersebar di masyarakat. Sekitar 0,53% tercatat sebagai saham treasuri.

Tahun lalu, perusahaan waralaba ini meluncurkan truk makanan keliling alias food truck demi mempertahankan bisnis yang terpukul corona.

Dengan konsep food truck, penjualan dapat dilakukan lewat kendaraan yang umumnya menggunakan truk yang telah dimodifikasi. Modifikasi kendaraan kerap didesain sedemikian rupa demi menarik minat konsumen. Lewat food truck, penjualan juga dapat dilakukan berpindah-pindah tempat.

Untuk menginformasikan lokasi-lokasi food truck, perusahaan dapat memanfaatkan platform sosial medianya. Misalnya, Instagram, Facebook, Twitter, ataupun sosial media lainnya. Dengan begitu, pelanggan dapat mengetahui lokasi-lokasi food truck Pizza Hut berada. (SKO)

 

Berita Terkait