Gandeng Universitas Airlangga, OJK Gelar Vaksinasi Targetkan 10 Ribu Peserta

05 September 2021 11:39 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Warga mengikuti vaksinasi yang di gelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis, 2 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kota Surabaya di Airlangga Convention Center.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan OJK untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. Sehingga mendorong terciptanya kekebalan komunal yang bisa mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.  

"Kerja sama dan sinergi penyelenggaraan vaksinasi dengan universitas maupun ikatan alumni akan terus dilakukan khususnya bagi seluruh pegawai, mahasiswa maupun masyarakat." kata Wimboh dalam laman resmi, Minggu 5 September 2021.

Kegiatan vaksinasi ini berlangsung dari tanggal 4 sampai 5 September 2021 dengan target 10 ribu peserta yang terdiri dari mahasiswa, dokter muda, dan masyarakat umum.

OJK bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Industri Jasa Keuangan serta berbagai pihak menargetkan untuk memberikan vaksinasi sebanyak 10 juta ke berbagai daerah untuk mendukung upaya pemerintah membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

Nota Kesepahaman OJK - Unair

Selain pelaksanaan vaksinasi, OJK dan Unair juga sepakat memperpanjang kerja sama dalam pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan edukasi keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh JK Wimboh Santoso dan Rektor Unair Mohammad Nasih. Kerja sama OJK dengan Unair juga dilakukan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berperan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini dapat dikembangkan dengan pembukaan program pascasarjana konsentrasi khusus manajemen risiko untuk mempersiapkan insan-insan milenial agar siap bekerja di OJK dan sektor jasa keuangan," kata Wimboh.

Berita Terkait