Gandeng Lembaga Internasional CDP, Bukit Asam Makin Serius Capai Nol Emisi Karbon pada 2060

28 Juli 2021 19:30 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Aktivitas tambang batu bara PT Bukit Asam/ Kaltim Post

JAKARTA – Emiten tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng organisasi internasional, Carbon Disclosure Project (CDP) dalam rangka membangun strategi manajemen karbon.

Seperti diketahui, Bukit Asam menetapkan target net zero carbon pada 2060 sebagai wujud dukungan terhadap visi pemerintah.

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto menjelaskan, keduanya akan berkolaborasi dalam mengukur, mengelola, dan berbagi informasi penting tentang kinerja lingkungan perusahaan.

“Hal ini diperlukan sebagai wujud transparansi pengelolaan lingkungan dan peningkatan perbaikan proses operasional yang lebih ramah karbon,” ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 28 Juli 2021.

Rencananya, laporan akan mulai dipublikasikan pada tahun ini dan terbuka secara umum bagi para pemangku kepentingan, mulai dari investor, pemerintah, serta masyarakat luas.

Suryo berharap, publik dapat melihat komitmen dan upaya konkret perseroan dalam mendukung kesepakatan Paris Agreement dan pengurangan emisi karbon sebesar 29% pada 2030. 

“Kami ingin menjawab tantangan isu perubahan iklim, dengan terus berupaya menurunkan emisi karbon yang dihasilkan oleh proses penambangan batu bara,” tambahnya.

Ia juga meyakini, seluruh karyawan Bukit Asam memiliki integritas dan kemauan untuk bekerja dalam menghadapi tantangan dan target tersebut.

Sebagai informasi, CDP sendiri merupakan Lembaga penyedia penelitian iklim yang berbasis di Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat. Hingga kini, CDP telah bekerjasama dengan 827 investor bertotal aset US$106 triliun.

CDP dianggap berperan penting karena memegang data lingkungan perusahaan secara global dan menjadi jantung keputusan bisnis, investasi dan kebijakan strategis perusahaan.

Berita Terkait