Gandeng ADB, PLN Siap Pasok Listrik Berkualitas Tinggi

JAKARTA –PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menerbitkan dokumen Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan yang didukukung oleh Asian Development Bank (ADB).

Penerbitan dokumen kerangka kerja pembiayaan berkelanjutan menjadi langkah penting di tengah komitmen dan upaya PLN untuk menyediakan energi yang bersih dan berkelanjutan.

“Meskipun jalan ini menantang, kami siap untuk transformasi. Kami menantikan tantangan ini dan kami siap untuk memberikan pasokan listrik yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 2 November 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal ADB untuk Asia Tenggara, Ramesh Subramaniam menjelaskan bahwa ADB berkomitmen untuk mendukung PLN dalam konteks penyediaan energi bersih di Indonesia.

“Kami menantikan kolaborasi berkelanjutan dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan berkualitas tinggi dan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” terang Ramesh.

Ramesh juga mengapresiasi kinerja PLN yang terus meningkatkan realisasi energi baru terbarukan. Pada 2019, PLN menambahkan 463 megawatt (MW) pembangkit terbarukan, capaian ini 60% lebih besar dari target yang ditetapkan.

PLN juga telah memasang lebih dari 160 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal kepada masyarakat di NTT dan Papua untuk memasok listrik di daerah terpencil.

Termasuk juga program kelistrikan untuk daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T). Lalu program Listrik Desa (Lisa) untuk elektrifikasi pedesaan, dan penyediaan sambungan listrik gratis ke lebih dari 48.000 rumah tangga.

Selain itu, PLN juga menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan mencapai Rp275 miliar sepanjang 2019.

Peran PLN Selama Pandemi

Adapun dukungan PLN selama pandemi COVID-19, PLN juga menjalankan kebijakan pemerintah untuk menyediakan listrik gratis dan potongan harga untuk kelompok termiskin dan paling rentan.

Sayangnya, PLN harus menelan pil pahit lantaran subsidi listrik mengakibatkan kerugian bagi perseroan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, PLN harus meneguk rugi periode berjalan senilai Rp12,14 triliun. Angka ini berbanding terbalik dengan capaian perusahaan tahun lalu yang masih bisa mencatatkan untung Rp10,88 triliun.

Akan tetapi, Zulkifli optimistis lahirnya Dokumen Penyataan Kehendak ini bakal memperkuat program yang sedang berlangsung. Hal ini termasuk untuk meningkatkan kapasitas dan proses bisnis di internal perusahaan.

Tujuannya untuk memenuhi persyaratan internasional terkait lingkungan dan perlindungan sosial. “Harapannya juga akan berdampak baik bagi perusahaan secara jangka panjang,” tambah Zulkifli.

Tags:
energi baru terbarukanenergi bersihPT PLN (Persero)Subsidi Listrik
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: