Gandeng 3 Perusahaan, Indosat Bangun Usaha Patungan Data Center Rp3,3 Triliun

13 Mei 2022 11:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Pengunjung melintas di depan salah satu Gerai Indosat Ooredoo di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) atawa Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berencana membangun usaha patungan (joint venture/JV) untuk mengembangkan bisnis pusat data alias data center dengan nilai Rp3,3 triliun.

Demi memuluskan rencana tersebut, Indosat menggandeng tiga perusahaan sekaligus, di antaranya PT Aplikanusa Lintasarta, PT Starone Mitra Telekomunikasi, dan BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd (BDX).

Keempat entitas ini telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan pada Kamis, 12 Mei 2022. Nantinya, perjanjian itu akan dilengkapi dengan serangkaian perjanjian komersial dan operasional.

Sekretaris Perusahaan Indosat Billy Nikolas Simanjuntak mengatakan setelah memenuhi syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan diungkapkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material.

“Selain dampak transaksi sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi ini, hingga dikeluarkan pemberitahuan ini tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” ungkap Billy, Kamis, 13 Mei 2022. 

Dengan adanya transaksi ini, perseroan berharap dapat menawarkan serangkaian solusi digital unggulan yang lengkap dan melayani pelanggan dari berbagai industri, termasuk institusi keuangan, hyperscalers, operator telekomunikasi, dan pemerintah.

IOH turut memastikan tidak akan ada gangguan dan/atau perubahan terhadap kualitas layanan data center yang disediakan kepada pelanggan saat ini. Dengan kolaborasi ini, perseroan semakin optimistis dapat menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling diminati oleh masyarakat.

Berita Terkait