Gaet Phoenix Holding, Kredivo Ekspansi ke Vietnam

30 Agustus 2021 12:15 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Kredivo founder team (Kredivo)

JAKARTA – Platform beli sekarang bayar nanti (BNPL) Kredivo kian berkiprah di pasar international setelah mengumumkan ekspansinya ke Vietnam. 

Melansir keterangan resmi, Senin 30 Agustus 2021, ekspansi Vietnam dilakukan melalui Joint Venture dengan perusahaan investasi keluarga, Phoenix Holding. Adapun entitas hasil joint venture ini akan Bernama Kredivo Vietnam Joint Stock Company.

“Peluncuran Kredivo di Vietnam sebagai pangsa pasar pertama di luar Indonesia merupakan pencapaian dan tonggak lain yang membanggakan dalam tahun ini,” kata Chief Operating Officer Kredivo, Valery Crottaz. 

Alasan mengapa Vietnam dipilih sebagai negara pertama untuk berekspansi adalah penetrasi kartu kredit terendah di Asia Tenggara selain Indonesia dan Filipina. Persentasi penduduk yang memiliki kartu kredit hanyalah 4,1% dari populasi yang ada.

Selain itu, kurangnya literasi keuangan digital membuat transaksi di Vietnam masih didominasi oleh pembayaran tunai. Di sisi lain, Vietnam memiliki perkembangan kelas menengah, e-commerce, dan pola demografi yang berkembang pesta seperti di Indonesia.

“Seperti di pasar lain, kami percaya paylater akan membuka dan mengkatalisasi tahap pertumbuhan penting lainnya dari ekonomi Vietnam,” ujar CEO Phoenix Holdings, Nguyen Lan Trung Anh.

Nantinya, Kredivo akan bermitra dengan VietCredit Join Stock Company untuk mengoperasikan bisnis paylater di Vietnam. Produk inti Kredivo akan diluncurkan secara bertahap, mulai pembayaran tagihan dan pinjaman pribadi, lalu fitur paylater di e-commerce pada kuartal IV-2021.

Sebagai informasi, induk perusahaan Kredivo, FinAccel dan Victory Park Capital (VPC) Impact Acquisition Holdings II resmi melakukan merger pada Selasa, 3 Agustus 2021. Merger ini merupakan tahap awal FinAccel untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat.

Aksi korporasi yang ditargetkan rampung pada kuartal I-2022 ini akan membuat valuasi FinAccel menjadi  US$2,5 miliar atau setara Rp36 triliun. 

Berita Terkait