From Sister to Business Partner. Why Not?

JAKARTA – Siapa bilang berbisnis bersama saudara itu mudah? Ada seni tersendiri menghadapi adu pendapat yang mengarah ke pertengkaran yang mungkin saja terjadi.

Empat tahun lamanya dua bersaudara, Sophie dan Anna, berbisnis sepatu. Anna yang hobi menggambar sejak kecil berperan sebagai desainer, sementara Sophie bertugas di bidang pemasaran.

Anna yang girly dan perfeksionis bersanding dengan kakaknya yang tomboy. Perbedaan karakter itu ternyata tidak menghalangi mereka dalam bekerja sama.

Adu pendapat yang memicu pertengkaran kerap terjadi, tapi segera reda. Terbukti usaha tersebut sukses menghasilkan omset yang terbilang besar.

Apakah kamu juga ingin menjadikan saudara sebagai partner berbisnis? Berikut lima kiat berbisnis bersama saudara agar awet selamanya:

Saling melengkapi kekuatan dan kelemahan masing-masing

Walaupun selera, karakter, atau bidang kamu dan saudaramu berbeda, jangan jadikan itu sebagai penghalang. Sebaliknya, jadikan hal tersebut sebagai aspek yang memperkuat bisnis kalian.

Tentunya berbisnis bersama itu lebih membuka kesempatan dan peluang dibandingkan bisnis sendiri. Sebelum berbisnis, tetapkan mimpi yang ingin dicapai. Apakah kalian ingin bisnis ini sukses di dalam negeri saja atau go international.

Pembagian job desc harus jelas

Buat job desc berdasarkan kekuatan masing-masing. Seperti Sophie yang fokus pada produksi, operasional, distribusi, dan penjualan. Sementara Anna fokus di branding, logo, desain, dan pemasaran.

Biarkan masing-masing menjadi decision maker di bidangnya. Jangan ragu atau sungkan saling memberikan saran dan pendapat sesuai porsinya untuk kemajuan bersama.

Hargai setiap keputusan yang diambil saudaramu. Sebaiknya buat aturan di awal untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Jaga profesionalitas

Asyik curhat soal percintaan atau pertemanan? Segera kembali kerja. Terkadang curhat yang terlalu asyik bisa membuat pekerjaan kalian terbengkalai. Menjaga profesionalitas bisa pula dilakukan dengan membantu tugas saudaramu jika ia mengalami kesulitan.

Kalian sendiri yang menentukan sejauh apa perjalanan bisnis atau target yang ingin dicapai. Jika target tidak tercapai, kalian harus saling memotivasi.

Pisahkan uang perusahaan dan uang pribadi

Kata orang, jangan berbisnis dengan saudara atau teman karena menyangkut keuangan yang sensitif. Sebenarnya hal itu bisa diantisipasi dengan mengatur keuangan secara profesional.

Tempatkan diri kalian sama seperti karyawan yang menerima gaji setiap bulannya. Jangan gunakan uang perusahaan untuk urusan pribadi.

Jika hal itu sampai terjadi, bisnis yang awalnya ingin mendapat untung malah buntung.

Family first

Beradu pendapat yang membuat hubungan panas atau mengalami gesekan yang tak mengenakkan? Lekas berdamai! Apapun yang terjadi, kamu harus mengutamakan keluarga dan saling mendukung.

Jika sebelumnya kamu dan saudaramu jarang bertemu karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sekarang kalian berada dalam satu pekerjaan yang memungkinkan berinteraksi sepanjang hari.

Kalian akan lebih sering bertemu, lebih sering bekerja sama. Otomatis hubungan kalian akan semakin dekat.  

Tags:
berbisnis bersama saudaraberbisnis dengan saudarabusiness partnermitra bisnispartner bisnis
%d blogger menyukai ini: