Fokus Penyelamatan UMKM, Begini Strategi BRI Bidik Nasabah

JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso mengatakan, saat ini BRI masih consent menyelamatkan UMKM dalam mengadapi tekanan bisnis di tengah pandemi.

“Kalau UMKM tidak selamat, kami juga akan berisiko,” ungkapnya. Ia mengaku, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menumbuhkan kredit.

Pada kuartal III tahun ini, penyaluran kredit BRI secara konsolidasi masih tumbuh 4,86% yoy, tercatat sebesar Rp935,35 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp891,97 triliun.

Lewat berbagai strategi, BRI pun berupaya menerapkan “bisnis follow stimulus”, sebagaimana istilah yang disebut Sunarso.

Ia menjelaskan, berbagai kebijakan yang digelontorkan pemerintah menjadikan BRI ikut berperan dalam memperlancar stimulus tersebut. Hal ini bertujuan agar sampai ke masyarakat dengan efektif dan efisien.

Dengan adanya stimulus, lanjutnya, maka akan timbul permintaan. Dari sanalah BRI akan menyalurkan kredit.

Sunarso menargetkan 85% penyaluran kredit BRI adalah segmen UMKM. “Kalau porsi UMKM sekarang sudah mencapai 80 persen, kami bisa targetkan ke depan meningkat menjadi 85 persen,” ungkapnya.

Dalam penerapannya, BRI akan bergerak go smaller dengan memperkuat akar di ultra mikro.

Dengan kata lain, bagi calon nasabah yang belum masuk di perbankan, akan digiring dengan cara memperkuat customer based melalui perluasan layanan. Sementara itu, calon nasabah yang unbankable akan diberikan pendampingan.

Akses Bidik Nasabah Baru

Direktur Bisnis dan Mikro BRI Supari juga mengungkapkan, perseroan akan menumbuhkan nasabah yang sudah ada di samping menemukan sumber nasabah yang baru.

Melalui fungsi pemberdayaan, ia membuka akses baru yang disesuaikan dengan pergerakan ekonomi.

Sejauh ini, BRI telah memberdayakan ribuan nasabah dari pembukaan bisnis konvensional menjadi online.

“Sudah banyak nasabah yang dulu usahanya konveksi pakaian, beralih membuat masker. Kemudian pasar yang dulu sering buka-tutup, sekarang buka terus, bahkan memperluas layanannya secara online,” paparnya.

Disebutkan, lebih dari 4.500 pasar telah bergabung di Pasarid, platform pasar online milik BRI. Dalam kurun waktu dua bulan, pinjaman di segmen ultra mikro yang disalurkan mencapai Rp5,5 triliun kepada 700 ribu nasabah.

Supari membeberkan, perolehan nasabah bersumber dari database penyaluran stimulus pemerintah. Perseroan, katanya, mengelola data tersebut sehingga bisa membuka peluang untuk dijadikan nasabah baru.

Tags:
Direktur BRI SunarsoStimulus ekonomiStrategi BRIumkmUsaha Mikro Kecil dan Menengah
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: