Fitch Ratings Turunkan Peringkat Obligasi, Manajemen Agung Podomoro Buka Suara

17 Agustus 2021 20:38 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Tampak Logo APL rdi area komplek Agung Podomoro Land, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) angkat suara soal penurunan peringkat obligasi dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Peringkat obligasi senior senilai US$300 juta milik APLN turun kelas dari CCC+ menjadi CCC.

Meski begitu, peringkat pemulihan atas obligasi tersebut masih tetap RR4. Sekretaris Perusahaan APLN Justini Omas menjelaskan peringkat obligasi itu turun karena kondisi likuiditas perseroan yang mengalami pelemahan.

"Penurunan peringkat tersebut dikarenakan Fitch berpandangan bahwa likuiditas perseroan berpotensi tidak mampu menutup pembayaran utang yang lebih dari 6 bulan ke depan," tulis Justini dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa, 17 Agustus 2021.

Obligasi senior dolar AS itu diterbitkan APLN untuk diperdagangkan di Singapore Exchange Securities Trading. Obligasi itu diterbitkan dengan jaminan dari perseroan dan beberapa entitas anak perseroan.

APLN tercatat tengah berupaya menyelesaikan pembayaran utang jangka pendek. Sebelumnya, perseroan melaporkan memiliki utang dengan jangka hingga akhir 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp362,35 miliar terhadap sejumlah bank.

Tidak hanya itu, APLN juga memiliki utang dengan tenor lebih dari satu tahun sebesar Rp3,21 triliun. Di sisi lain, perseroan masih harus melunasi Medium term notes (MTN) senilai Rp350 miliar yang akan jatuh tempo pada 22 Agustus 2021.

Mendekati jatuh tempo, APLN telah mengisyaratkan memperpanjang jangka waktu pelunasan MTN. “Telah ada kesepakatan bersama antara penerbit dan pemegang MTN sehubungan perpanjangan jangka waktu MTN. Kami meyakini MTN dimaksud dapat diperpanjang,” ucap Justini.

Maka dari itu, APLN tengah memperkuat likuiditas dengan menjual aset milik entitas anak usahanya, PT Buana Makmur Indah (BMI). Aset berupa tanah ini bakal dijual secara berkala oleh APLN.

APLN juga diketahui bakal melepas sebagian saham BMI di PT Trans Heksa Karawang. BMI direncanakan bakal melepas 7,13 juta lembar saham setara 6,56%  dari total saham Trans Heksa Karawang.

Upaya peningkatan kinerja juga ditempuh lewat pertumbuhan 90% year on year (yoy) marketing sales APLN pada semester I-2021. Dari marketing sales ini, APLN mengantongi pendapatan hingga Rp1 triliun.

“Dari total marketing sales, sekitar 79 persen diperoleh melalui penjualan Podomoro Park di Bandung, Podomoro City Deli Medan, Pakubuwono Spring dan Podomoro Golf View di Cimanggis,” ujar Justini 

Dalam satu dekade terakhir, APLN berhasil merampungkan lebih dari 50 proyek properti yang mayoritas ditujukan kepada segmen kelas menengah. 

Proyek-proyek tersebut mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.

APLN memiliki 40 anak usaha dengan rincian 13 entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 2 entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.

Berita Terkait