Fintech Cashlez Genjot Bisnis Payment Target Pendapatan Rp255 Miliar

JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial (financial technologi/fintech) pembayaran PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) bekerja sama dengan Visa untuk menyediakan layanan Visa Business Payment Solution Providers (BPSP) yang pertama di Indonesia.

BPSP menjembatani kesenjangan antara pembeli dan penjual penerima nonkartu dengan memungkinkan pembeli membayar menggunakan Visa Commercial Credit Card untuk mengirimkan dana langsung ke rekening bank penjual.

Melalui BPSP, penjual dapat menerima pembayaran dengan lebih cepat. BPSP juga menyederhanakan proses rekonsiliasi untuk pembeli dan penjual, dengan mengirimkan data pembayaran yang telah dilaksanakan, ke kedua belah pihak.

Direktur Utama Cashlez Tee Teddy Setiawan mengatakan, melalui kerja sama tersebut, mitra Cashlez dapat terbantu, terutama dalam hal arus kas.

“Salah satu tujuan kami adalah untuk memudahkan merchant untuk menerima pembayaran nontunai dengan cepat dan aman. Oleh karena itu, kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk merchant kami sesuai dengan kebutuhan mereka dalam meningkatkan bisnis,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2020.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengaku, layanan BSBP dapat membantu bisnis untuk memanfaatkan Visa Commercial Card dalam mengoptimalkan modal kerja, merampingkan proses-proses yang ada, mendorong efisiensi, dan mengelola arus kas dengan lebih baik

“Kami bangga dapat bermitra dengan Cashlez, sebagai salah satu fintech terkemuka di Indonesia, untuk memfasilitasi beragam perusahaan agar bisa menggunakan Visa Commercial Card mereka untuk membayar dengan cepat dan efisien kepada penjual,” kata dia.

Visa Commercial Credit Card memungkinkan untuk meningkatkan arus kas bisnis dengan pemanfaatan bebas bunga hingga 55 hari (bervariasi dari masing-masing penerbit kartu kredit).

Sebelumnya, fintech pertama yang melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersandi saham CASH ini menargetkan pendapatan bersih hingga Rp255,36 miliar sepanjang 2020. Sementara itu, rugi bersih diharapkan bisa ditekan pada angka Rp6,14 miliar.

Hingga saat ini, fintech yang berdiri sejak 2015 ini telah merangkul lebih dari 7.000 bisnis dari berbagai skala termasuk enterprise, medium dan small merchant, baik di bidang ritel, fesyen, makanan dan minuman, pariwisata, dan lain sebagainya. (SKO)

Tags:
Business Payment Solution Providerscashlezkeuangan digitalPT Cashlez Worldwide IndonesiaPT Visa Worldwide IndonesiaTransaksi Digital
%d blogger menyukai ini: