Fenomena Jejak Kaki Hantu di Utah, Hanya Muncul Ketika Hujan Turun

04 Agustus 2022 06:01 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Yosi Winosa

jejak kaki hantu di gurun Utah (livescience)

UTAH- Sejumlah arkeolog menemukan serangkaian jejak kaki misterius di Gurun Great Salt Lake, Utah, Amerika Serikat. Jejak kaki tersebut bagaikan hantu, hanya muncul dan terlihat setelah hujan turun. Ketika hujan berhenti dan dataran mulai kering, jejak kaki tersebut hilang.

Jejak kaki tersebut ditemukan secara tak sengaja oleh para ilmuwan yang sedang menjelajah situs arkeologi lainnya di sekitar gurun utah, yakni Pangkalan Udara Hill.

Awalnya, tim peneliti hanya menemukan beberapa jejak kaki tak bertuan di wilayah tersebut. Namun setelah diperiksa dengan menggunakan teknologi canggih yakni radar penembus tanah (GPR),  arkeolog mengungkapkan ada sekitar 88 jejak kaki orang dewasa dan anak-anak.

Menurut beberapa tim peneliti, jejak tanpa alas kaki itu sudah ada sejak 10.000 tahun lalu. Kala itu Gurun Great Salt Lake Utah masih merupakan dataran basah nan luas. Lainnya berpendapat bahwa jejak kaki itu berasal dari masa 12.000 tahun lalu, yakni lalu selama bentangan terakhir zaman es terakhir selama zaman Pleistosen.

Pada zaman tersebut, Great Salt Lake Utah yang kini menjadi gurun merupakan danau air asin terbesar yang pernah ada di bagian barat AS. Lantaran perubahan iklim, danau kemudian mengering dan meninggalkan mineral garam yang larut dalam air.

Selama masa transisi dari danau menjadi gurun, Great Lake Utah pernah menjadi tempat tinggal manusia sekitar 10.000 tahun silam.

Kepala Tim Arkeolog Daron Duke mengatakan, orang yang berdiam di sekitar Great Lake Utah berjalan di air dangkal. Pasir yang berada di sekitar air dangkal kemudian mengisi jejak kaki mereka. Sebagai bayangan, hal ini bisa terjadi ketika Anda berjalan di tepi pantai.

Bedanya, di dalam pasir terdapat lapisan lumpur yang kemudian membuat cetakan tapak kaki tersebut tetap utuh dan bertahan hingga puluhan ribu tahun.

Saat hujan biasanya air akan diserap dengan cepat ke dalam sedimen di sekitarnya. Ini menyebabkan tanah dengan cepat kembali ke warna normalnya.

Tetapi ketika hujan turun di atas jejak kaki berlumpur yang tersembunyi, air terperangkap sehingga menciptakan bercak-bercak sedimen gelap dan basah yang menonjol di sekitarnya. Hal itulah yang menyebabkan jejak kaki hantu tersebut muncul di gurun kala hujan turun.

"Jejak kaki itu telah diisi dengan garam saat lahan basah mengering yang membuatnya tidak dapat dibedakan dari lanskap sekitarnya saat sudah kering," ujar Duke seperti dikutip TrenAsia.com dari LiveScience Rabu, 3 Agustus 2022.

Pada jarak 1,6 kilometer dari penemuan jejak hantu di gurun Utah, peneliti menemukan bekas kamp pemburu yang diprediksi ada pada 12.000 tahun lalu.

Dari penemuan tersebut, terdapat diantaranya perapian kuno, peralatan batu yang digunakan untuk memasak, tumpukan lebih dari 2.000 tulang hewan dan biji tembakau hangus, yang menjadi bukti awal penggunaan tembakau pada manusia.

 

Berita Terkait