FDA AS Sebut Ada 75 Hand Sanitizer Mengandung Racun Berbahaya

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/ FDA) Amerika Serikat (AS) menyebut ada 75 daftar produk pembersih tangan berbahaya karena mengandung jenis alkohol yang dapat meracuni manusia yaitu metanol.

Dalam hal ini, FDA telah memperingatkan produsen asal Meksiko untuk tidak menjual produk tersebut. Sebab, kini penambahan metanol justru diikuti oleh berbagai produsen serupa.

Seperti diketahui, banyak perusahaan beralih menjual produk pembersih tangan karena tingginya permintaan yang dipicu oleh pandemi COVID-19. Sayangnya, banyak produsen yang justru menggunakan alkohol yang tidak aman dalam produknya.

“Kegagalan produsen menarik kembali semua produknya akan membuat konsumen dalam bahaya keracunan metanol,” kata FDA dalam sebuah pernyataan, melansir dari CNN, Selasa, 28 Juli 2020.

Eskbiochem S.A. de C.V., adalah produsen yang telah mendapat surat peringatan FDA untuk distribusi produk dengan metanol secara sembunyi-sembunyi dan tanpa izin. 

“Memproduksi, mengimpor, dan mendistribusikan pembersih tangan beracun merupakan ancaman serius bagi masyarakat dan tidak akan ditoleransi. FDA akan mengambil tindakan tambahan seperlunya dan akan terus memberikan informasi terbaru tentang masalah ini,” ujar Komisaris FDA Dr. Stephen Hahn.

Dalam kasus ini, produsen terbukti tidak menyertakan metanol ke dalam daftar komposisi produknya. Sehingga, FDA mengimbau konsumen juga harus waspada dengan pembersih tangan yang digunakan.

“Dalam kebanyakan kasus, metanol tidak muncul pada label produk. Namun, metanol bukanlah bahan yang direkomendasikan dalam obat apa pun, termasuk pembersih tangan.”

Demi kesehatan dan keselamatan, FDA mendesak konsumen untuk segera berhenti menggunakan semua pembersih tangan yang ada dalam daftar produk pembersih tangan berbahaya FDA.

Awal bulan ini, FDA mengatakan setidaknya empat orang meninggal di New Mexico akibat kandungan metanol. Sebaliknya, alkohol isopropil yang biasanya digunakan dalam pembersih tangan terbukti tidak beracun seperti metanol.

“Paparan metanol dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf atau kematian,” tambah FDA. (SKO)

Tags:
Amerika SerikatCovid-19FDAhand sanitizerMetanol
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: