Farmasi Melambung Saat IHSG Limbung, OmFin Rekomendasi Saham KAEF, INAF, dan IRRA

March 02, 2021, 05:02 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprekdiksi lesu sepanjang bulan Maret 2021. Naiknya tren yield government bonds Amerika Serikat (AS) dan melemahnya kinerja keuangan sejumlah emiten pada tahun lalu akan membayangi pergerakan indeks.

Di sisi lain program vaksinasi yang terus berjalan serta angka kasus harian COVID-19 yang melandai menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Saham-saham sektor farmasi diperkirakan masih akan menguat.

Dengan analisis tersebut, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi cuan pada pekan pertama Maret 2021. Antara lain PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

Ia merekomendasikan beli saham KAEF pada kisaran harga Rp3.490 – Rp3.530 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp3.100. Sedangkan target jual berada pada rentang harga Rp4.000 hingga Rp4.500.

Sementara, untuk saham INAF ia rekomendasikan dibeli pada harga Rp3.230 – Rp3.290 per lembar. Stop loss level dipasang pada harga Rp2.850 sebagai manajemen risiko agar tidak mengalami kerugian lanjutan.

“Target jual ada pada harga Rp3.800 hingga Rp4.200 per lembar,” ujar pria yang akrab disapa OmFin tersebut, Senin 1 Maret 2021.

Saham terakhir yang menjadi rekomendasinya pada pekan ini ialah IRRA dengan target beli pada kisaran harga Rp2.400 – Rp2.490 per lembar dan cut loss level Rp2.230. Target jual yang ia tuju pada harga Rp2.800 – Rp3.100 per lembar.

Review Rekomendasi Pekan Lalu
Apotek PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) / Dok. Perseroan

Pada pekan sebelumnya (22 Februari 2021 – 26 Februari 2021), OmFin telah merekomendasikan tiga saham yang layak untuk dicermati para investor dan berpotensi menghasilkan profit.

Ketiga saham tersebut yakni PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Pada saat itu, ia merekomendasikan beli saham SMBR pada kisaran harga Rp935 – Rp955 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp900. Sedangkan, target jual SMBR berada pada kisaran harga Rp1.150 hingga Rp1.250.

Pada penutupan perdagangan Jumat 26 Februari 2021, saham SMBR ditutup pada harga Rp950 per lembar. Sehingga, terdapat unrealized gain sebesar 0%.

“Harga tertinggi yang telah dicapai pekan lalu ada di Rp980 per lembar atau ada potential gain sebesar 3,16 persen,” kata dia.

Kemudian, ia juga merekomendasikan saham ANTM dibeli pada rentang harga Rp2.800 – Rp2.880 dengan stop loss level sdipasang pada harga Rp2.690. Target jual OmFin pada saat itu Rp3.200 hingga Rp3.330 per lembar.

Hingga akhir perdagangan pekan lalu, saham ANTM ditutup pada level Rp2.840 per lembar. Dengan begitu, terdapat unrealized gain sebanyak 1,43%. Padahal, ANTM sempat menyentuh level tertinggi pada harga Rp2.910 atau terdapat potential gain sebesar 3,93%.

Saham ketiga sekaligus terakhir yang menjadi ia rekomendasinya pekan lalu adalah TOWR dengan entry level Rp1.050 – Rp1.090 dan cut loss level Rp1.010. Adapun target jual saham TOWR pada harga Rp1.200 per lembar.

Hasilnya, saham TOWR ditutup pada harga Rp1.265 per lembar pada akhir perdagangan pekan lalu. Artinya, terdapat unrealized gain yang cukup tinggi yaitu sebanyak 17,13%.

“Kita harapkan ini masih ada potensi kenaikan, namun demikian tetap waspada karena sudah ada profit 17,13 persen. Jadi sudah bisa dipangkas ya,” pungkasnya. (SKO)