ESSA Milik Konglomerat Boy Thohir dan TP Rachmat Gelar RUPST 25 Juni 2021

20 Mei 2021 14:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Garibaldi ‘Boy’ Thohir, pemegang saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) / Sep.co.id

JAKARTA – Emiten industri pemurnian dan pengolahan gas alam, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 25 Juni 2021 pukul 15.00 WIB.  

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

Pemanggilan RUPST senidiri akan disampaikan melalui situs web e-RUPS yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan laman erseroan pada 3 Juni 2021.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPS adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 2 Juni 2021 hingga pukul 16.00 WIB. Pemegang saham tersebuut juga merupakan pemilik subrekening efek KSEI pada penutupan perdagangan saham Perseroan di BEI pada 2 Juni 2021.

Manajemen menjelaskan, setiap usulan dari pemegang saham akan dimasukkan dalam mata acara rapat. Namun, ketentuan ini berlaku jika disampaikan oleh seorang atau lebih pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1 per 20 bagian dari jumlah seluruh saham perseroan.

Usulan ini harus dibarengi dengan hak suara yang sah melalui surat tercatat, yang disampaikan kepada direksi perseroan disertai alasan atas usulan tersebut. Penyampaian usulan diberikan paling lambat tujuh hari kalender sebelum dilakukannya pemanggilan rapat pada 27 Mei 2021.

“Perseroan akan menerapkan mekanisme pemberian kuasa secara elektronik atau e-Proxy yang akan disediakan oleh KSEI. Penjelasan lebih lanjut mengenai pemberian kuasa secara elektronik akan disampaikan pada Pemanggilan RUPS perseroan,” mengutip keterangan resmi manajemen yang di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 20 Mei 2021.

Kinerja Merosot Sepanjang 2020

Sebagai informasi, emiten milik konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir dan TP Rachmat ini sepanjang 2020 membukukan pendapatan sebesar US$175,51 juta atau Rp2,48 triliun (kurs Rp14.104 per dolar Amerika Serikat).

Angka ini anjlok sekitar 21% secara tahunan dibandingkan dengan pendapatan tahun 2019 yang mencapai US$221,91 juta atau Rp3,13 triliun.

Dengan anjloknya pendapatan akibat terpaan pandemi sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat rugi bersih sebesar US$33,57 juta. Angka ini berbanding terbalik dari tahun sebelumnya, saat perseroan masih meraup laba bersih US$589.943.

Kinerja operasional perseroan turut mengalami tekanan di tengah pelemahan harga serta penurunan produksi amonia pada tahun 2020. Produksi LPG ESSA anjlok 17,9% year-on-year (yoy) dari 74.871 MT pada 2019 menjadi 61.448 MT pada tahun lalu.

Setali tiga uang, produksi kondensat ESSA pada 2020 sebesar 139.961 barel atau ambles 15,1% yoy dari 164.948 barel di 2019. Disusul produksi amonia yang juga menurun 13,9% menjadi 659.734 MT pada periode tahun lalu dari 766.988 MT pada tahun 2019.

Berita Terkait