Erupsi Gunung Semeru Lumpuhkan Jaringan Komunikasi, Skyreach Salurkan Akses Internet

09 Desember 2021 22:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Kondisi terkini wilayah yang terkena erupsi Gunung Semeru / Twitter @BNPB_Indonesia (@BNPB_Indonesia)

JAKARTA – Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) menyebabkan terjadinya gangguan jaringan komunikasi di beberapa lokasi. Menindaklanjuti hal itu, Skyreach menyediakan konektivitas di lokasi yang terdampak.

Skyreach menyediakan layanan Discovery SNG, layanan land-mobility (mobilitas darat) dengan menggunakan perangkat Satellite News Gathering (SNG) dengan bandwidth sebesar 25Mbps. 

Dengan tersedianya layanan Discovery SNG dari Skyreach ini, memungkinkan tim penanggulangan bencana untuk dapat memindakan layanan komunikasi dari satu posko ke posko lain yang membutuhkan. 

“Perangkat Discover SNG dari skyreach bekerja secara otomatis, tinggal nyalakan dan dalam waktu kurang dari 5 menit koneksi satelit telah tersedia,” kata CEO  Skyreach, Rudy Haryoto dalam siaran pers, Kamis 9 Desember 2021.

Skyreach sebagai penyedia jaringan satelit komunikasi sebelumnya juga telah bekerjasama dengan Bakti Kominfo untuk memenuhi kebutukan dalam penyediaan koneksi internet di wilayah 3T. 

Salah satunya adalah koneksi untuk kapal-kapal DoctorShare (Rumah Sakit Apung) pada Agustus 2021 dan  berbagai aksi cepat tanggap penanggulangan bencana.

“Semoga sedikit bantuan ini dapat membantu teman-teman kita yang membutuhkan”, tutup Rudy.

Sekadar catatan, per tanggal 7 Desember 2021 pukul 12.00 WIB, beberapa operator telah berhasil mengoperasikan kembali Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya terdampak sehingga site yang sebelumnya mati kini telah beroperasi. 

BTS site tersebut, di antaranya milik Telkomsel sebanyak10 site,  XL Axiata 4 site, dan  Indosat sebanyak 6 site dari total 9 site yang masih off air. Selain itu, operator Smartfren memiliki 7 site yang masih off air dan masih ditindaklanjuti.

Terkait kendala jaringan akibat putusnya backbone, operator XL Axiata telah menambahkan proteksi kabel fiber optik sehingga layanannya sudah kembali normal. Operator Biznet masih melakukan survei jalur alternatif kabel yang putus, meskipun putusnya kabel tersebut tidak berdampak kepada layanan yang diberikan. 

Sedangkan, operator Fiberstar saat ini masih belum bisa melakukan perbaikan atau pengecekan kabel milik mereka oleh karena lokasi kabel dijaga secara ketat oleh TNI, namun jaringan sudah ditopang menggunakan link Huawei Malang-Surabaya.

Berita Terkait