Erick Thohir Sebut Penggunaan Vaksin Merah Putih Mulai Awal 2022

31 Mei 2021 17:47 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Petugas nakes mengambil dosis vaksin saat pembukaan vaksinasasi untuk mitra driver Gojek di Kemayoran, Jakarta, Kamis, 29 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Tidak hanya mengandalkan impor, Indonesia diketahui tengah melakukan penelitian vaksin COVID-19 yang bernama Vaksin Merah Putih. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN Erick Thohir vaksin buatan dalam negeri ini bisa tersedia mulai akhir 2021 atau awal 2022.

Erick mendorong PT Bio Farma (Persero) bisa mulai memproduksi vaksin Merah Putih pada kuartal III-2021. Sementara itu, hasil uji klinis diprediksi terbit pada akhir tahun ini.

Segera setelah hasil uji klinis dinyatakan layak oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Erick mengungkap vaksin ini bisa didistribusikan ke masyarakat.

“Kerja Keras ini bisa kita lihat nanti di akhir tahun, apakah hasil uji klinisnya sudah keluar atau belum,” kata Erick dalam konferensi pers, Senin, 31 Mei 2021.

Mantan Bos Inter Milan itu mengabarkan vaksin Merah Putih telah praklinik tahap satu. Berdasarkan hasil uji praklinik, vaksin Merah Putih mendapatkan hasil yang baik dan dinyatakan bisa melanjutkan ke tahapan uji praklinik fase dua.

Pengembangan vaksin Merah Putih ini melibatkan empat  universitas dan dua lembaga penelitian dari dalam negeri. Empat universitas yang terlibat itu antara lain Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Civitas di lingkungan universitas itu berkolaborasi dengan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sepakat dengan Erick, tim peneliti menaksir vaksin merah putih bisa digunakan maksimal awal 2022. Tim peneliti yang diwakili rektor Unair Fedik Abdul Rantam mengatakan pengembangan vaksin Merah Putih sedang on track.

“Pemeriksaan masih berlangsung, hasil dari praklinik satu menunjukan titer antibodi yang trennya baik sekali,” kata Fedik dalam konferensi pers, Minggu, 30 Mei 2021.

Berita Terkait