Erick Thohir Minta Holding BUMN Ultra Mikro Berikan Bunga Lebih Kompetitif

13 September 2021 13:05 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Laila Ramdhini

Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Tangerang, Kamis 29 Juli 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan mandat kepada Holding BUMN Ultra Mikro untuk memberikan bunga kredit lebih rendah. Akses bunga murah ini menjadi upaya agar rasio kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa mencapai 30% pada 2024.

Di sisi lain, Erick mengatakan pendanaan segmen ultra mikro memberikan implikasi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan lebih cepat. Dirinya menyebut ada potensi penambahan lapangan kerja hingga 5,2 juta orang dalam satu setengah tahun.

“Jika salah satu kreditur segmen ultra mikro ini mempekerjakan satu pekerja, maka saya rasa Holding BUMN Ultra Mikro ini akan sangat impactful,” ucap Erick dalam Penandatanganan Akta Perjanjian Inbreng Saham Negara ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Senin, 13 September 2021.

Seperti diketahui, BRI bakal menjadi induk dari Holding BUMN Ultra Mikro. Hal ini resmi dilakukan usai negara melakukan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui pengambilailahan saham PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Berdasarkan prospektus perseroan, BBRI menawarkan hingga 28,21 miliar saham seri B atau 18,62% dari modal yang disetorkan. Dengan demikian, emiten pelat merah ini bakal mengantongi dana hingga Rp95,92 triliun dari aksi korporasi ini

Sebanyak Rp54,77 triliun dana yang diperoleh BBRI tersebut berasal dari eksekusi inbreng saham negara dari Pegadaian dan PNM. Sementara sisa dana sebesar Rp41,15 triliun berasal dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) I oleh pemegang saham publik.

Erick memerintahkan kepada direksi dari tiga perusahaan pelat merah ini memberikan bunga kompetitif kepada UMKM mulai November 2021. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata bunga kredit segmen mikro masih di atas 10% pada Juli 2021.

Pada periode yang sama, BRI mematok kredit segmen UMKM sebesar 14%. Adapun Kredit Usaha Rakyat (KUR) subsidi memiliki bunga sebesar 3%.

“Jangan sampai BUMN Untung tapi UMKMnya pailit. Jadi saya minta kepada seluruh jajaran Holding Ultra Mikro ini memberikan kredit dengan bunga yang rendah,”papar Erick.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan segmen ultra mikro menjadi tonggak dalam pemulihan ekonomi. Hal ini tidak lepas dari tingginya kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) segmen tersebut.

“Ultra mikro punya peran penting dalam pemulihan ekonomi. Kalau menaruh yang mikro di perbankan, maka naik kelasnya akan lebih cepat,” jelas Suahasil.

Pada tahap awal, Holding Ultra Mikro membidik tambahan 18 juta nasabah baru. Jumlah ini dilihat dari pelaku usaha mikro tersebut sebelumnya tidak pernah tersentuh layanan keuangan formal.

Holding ini selanjutnya bakal menyasar 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil lain yang masih menerima akses layanan keuangan non-formal. Lebih rinci, sebanyak 5 juta pelaku usaha masih meminjam dana dari rentenir dan 7 juta lainnya mendapat pembiayaan dari kerabat.

Berita Terkait