Erick Thohir Janji Kontribusi Dividen BUMN Pulih pada 2022

16 Juni 2021 13:44 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

JAKARTA – Penerimaan negara dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksikan mengalami penurunan pada tahun ini. Kinerja perusahaan pelat merah yang terseok-seok akibat pandemi COVID-19 menjadi alasan di balik minimnya kontribusi BUMN pada dompet negara.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Erick mengatakan penerimaan negara dari dividen bakal kembali ke level pra-pandemi pada 2022.

Mantan bos Inter Milan menjanjikan dividen BUMN setidaknya bakal menyentuh Rp44,6 triliun pada 2022. Sementara proyeksi dividen BUMN tahun buku 2020 yang dibagikan tahun ini mencapai Rp35 triliun.

Selain dihantam pandemi COVID-19, menurunnya kinerja BUMN juga dipicu penyelamatan perusahaan pelat merah yang tidak sehat. Negara harus mengalokasikan hingga Rp8,5 triliun untuk menyuntik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Rp22 triliun untuk PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Mengantisipasi perusahaan-perusahaan lain ikut sakit, Erick Thohir pun mengeluarkan roadmap BUMN periode 2020-204. Road map yang digodok Erick tersebut terbagi menjadi tiga tahapan.

“Kita menarik percepatan di mana pada kuartal kedua 2021 ini kita masuk ke kategori resilience dan survival di mana kita melindungi BUMN strategis yang memang terdampak COVID-19 dan BUMN yang punya potensi menjadi kekuatan,” ujar Erick.

Selain itu, lanjutnya, Kementerian BUMN telah membentuk klasterisasi berdasarkan keterkaitan supply-chain dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi. Serta, memperbaiki landasan good corporate governance (GCG) BUMN beserta restrukturisasi operasional untuk mencapai operational excellence.

Kemudian, tahapan kedua adalah restrukturisasi dan realignment yang ditargetkan selesai sampai kuartal II-2022, melalui perbaikan portofolio dengan restrukturisasi korporasi yang bertujuan melakukan konsolidasi dan simplifikasi serta mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru.

Sedangkan tahapan ketiga dengan target hingga 2024 adalah inovasi dan transformasi. Erick ingin menciptakan kesempatan partisipasi sektor swasta dan melakukan spesialisasi BUMN dengan tujuan komersial dan sosial.(RCS)

Berita Terkait