Erick Thohir Jamin Akses Nelayan Dapatkan BBM dengan Harga Terjangkau

16 Mei 2022 12:12 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Laila Ramdhini

Menteri Erick dalam kunjungan kerja ke kawasan Nelayan di Pantai Muncar Banyuwangi, Minggu 15 Mei 2022. (Humas Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan sejumlah akses fasilitas penting untuk menunjang aktivitas melaut nelayan. Salah satunya dengan menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga terjangkau.

Erick menjelaskan bahwa ketersediaan BBM di wilayah sentra nelayan harus memadai.

"Saya telah mendengar bahwa 60-70% dari biaya melaut nelayan adalah untuk membeli BBM. Maka, sewajarnya di tiap-tiap kantung nelayan ada layanan BBM," ujar Erick dalam kunjungan kerja ke kawasan Nelayan di Pantai Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu 15 Mei 2022.

Seorang wakil kelompok nelayan Muncar, Sudirman, menyampaikan unek-uneknya atas kehidupan para nelayan di Muncar. Dia berbicara soal regulasi yang selama ini menyulitkan nelayan, meskipun saat ini sudah membaik.

“Kelas nelayan Muncar ini menengah ke bawah. Kapal kita rata-rata 5-10 GT. Ada beberapa yang 30 GT, tapi mayoritas menengah ke bawah,” ujar Sudirman. Dirinya beserta nelayan lain juga berharap agar harga BBM tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Sementara, Erick meyakini laut menjadi titik sentral bagi kedaulatan pangan Indonesia di masa mendatang. Sehingga perlu komitmen tegas dari pemerintah untuk mendukung terciptanya ekosistem usaha nelayan yang berkelanjutan.

"Saya yakin masa depan pangan kita ada di laut. Ada di tangan bapak dan ibu nelayan kecil dan tradisional Indonesia. Karenanya, ekosistem usaha nelayan harus terus disehatkan. Mulai dari akses terhadap BBM, pembiayaan hingga pemasaran," ujar Erick.

Meski begitu, Erick menerangkan tidak hanya pada BBM, namun fasilitas lainnya yang dapat menunjang keberlangsungan ekosistem usaha nelayan yang sehat lainnya juga penting untuk di prioritaskan kepada nelayan, misalnya soal pembiayaan melalui kredit usaha yang berbunga rendah.

"Kalo Muncar ingin kita kembalikan pada kejayaannya sebagai salah satu sentra perikanan nasional, maka ekosistem usaha perikanannya harus memudahkan nelayan kecil dan tradisional tumbuhkembang. Akses terhadap modal, pembiayaan, pemasaran dan kemitraan harus tersedia," terang Erick.

Berita Terkait