Erich Thohir Ungkap 3 Strategi untuk Jadikan BUMN Perusahaan Besar Skala Nasional

21 Februari 2022 18:07 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan dalam acara Launching & Press Conference Pertamina Grand Prix of Indonesia, Rabu, 9 Februari 2022. (Tangkapan Layar Youtube/TrenAsia)

JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki mimpi untuk membawa BUMN menjadi perusahaan terbesar yang berkontribusi terhadap negara.

"Mimpi saya untuk BUMN, semoga BUMN dapat memberikan kontribusi yang besar untuk negara dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," katanya dikutip dari akun Instagram-nya, Senin, 21 Februari 2022.

Dia menyebut, setidaknya ada tiga strategi yang menjadi perhatian utamanya selama menjabat sebagai Menteri BUMN sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo tahun 2019.

Pertama adalah melakukan perbaikan dan transformasi bisnis pada tubuh BUMN agar mampu meningkatkan kinerjanya. Dengan demikian, setoran BUMN kepada negara berupa dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terus meningkat.

"Kalau saya tidak muluk-muluk, bagaimana kontribusi BUMN ini semakin besar kepada negara, itu nomor satu," ujarnya.

Tahun lalu, kata dia, perusahaan pelat merah berhasil mencetak laba bersih unaudited mencapai Rp90 triliun. Laba ini melonjak 592,3% dibandingkan dengan laba tahun 2020 yang hanya sebesar Rp13 triliun, atau meningkat 47,5% dari laporan laba bersih BUMN pada kuartal III-2021 yang sebesar Rp61 triliun.

Lonjakan kinerja BUMN di tahun kedua pandemi membuktikan keberhasilan perbaikan dan transformasi yang dilakukan internal BUMN sejak 2019.

Hingga tahun 2020, aset BUMN pun telah mencapai Rp8.400 triliun, tumbuh 7,1% dari tahun 2019 meski diterpa ancaman pandemi. Aset BUMN ini mencapai sekitar 55% dari nilai nominal Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang pada tahun 2020 mencapai Rp15.434 triliun.

Hal kedua yang akan terus dilakukan Erick adalah merampingkan struktur perusahaan BUMN agar semakin kecil namun efisien.

Dari semula berjumlah 108 perusahaan, kini BUMN tinggal 41 perusahaan yang terdiri dari 12 klaster besar. Ke depan, Erick berencana terus melakukan efisiensi bisnis dengan mengurangi entitas usaha BUMN.

"Kedua, jumlah BUMN akan semakin kecil tetapi semakin besar dalam arti footprint-nya," imbuh mantan bos klub Inter Milan.

Selanjutnya, Erick juga mendorong agar perusahaan BUMN memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam hal ini, semua perusahaan BUMN memiliki Key Performance Indicator atau KPI-nya masing-masing sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Erick bahkan juga sedang mendorong cetak biru atau blueprint BUMN sampai 10 tahun yang akan datang. Hal ini dilakukan agar ketika ada menteri atau direksi BUMN yang baru dapat melanjutkan kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan selama ini.

"Kita mendorong blueprint kita sampai nanti 10 tahun yang akan datang supaya ketika ada menteri baru, direksi baru, itu sama-sama kita menjalankan (blueprint-nya)," katanya.

Sejalan dengan visi reformasi BUMN, Erick secara terpisah mengatakan akan mendorong agar BUMN juga semakin mandiri dan tangguh. Terutama dari sisi keuangan, BUMN harus mampu membiayai dirinya sendiri.

"Ini yang dorong juga terus di 2022, selain aksi-aksi korporasi karena kita tidak bisa mengandalkan injection atau dana pemerintah, kita harus coba lebih mandiri," ungkapnya.

Berita Terkait