Erajaya Bantah Rumor Diakuisisi Lazada, Saham ERAA Ditutup Positif

14 Januari 2022 17:54 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

JAKARTA – Beredar rumor yang menyebutkan perusahaan e-commerce Lazada akan mengakuisisi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten peritel produk gawai itu langsung membantah pernyataan tersebut.

“Informasi (akuisisi) tersebut tidak benar,” ujar Sekretaris Perusahaan Erajaya Swasembada, Amelia Allen saat dikonfirmasi oleh TrenAsia.com, Jumat, 14 Januari 2022.

Berdasarkan kabar yang berhembus di pasar, Lazada yang merupakan bagian dari raksasa teknologi Grup Alibaba itu tidak akan diakuisisi secara langsung, melainkan melalui Grup Salim.

Seperti diketahui, Grup Salim tengah gencar melakukan ekspansi bisnis di bidang teknologi digital. Di sektor e-commerce, Grup Salim mengempit kepemilikan saham Lazada serta Zalora melalui Rocket Inc. Konglomerasi itu juga tercatat sebagai pemegang saham utama Elevenia.

Pada September 2021, PT Global Digital Niaga alias Blibli.com juga dikabarkan terpincut untuk mencaplok Erajaya. Bahkan, perusahaan niaga elektronik di bawah naungan Grup Djarum itu sempat melakukan pembicaraan.

Dari rumor yang beredar di pasar pada saat itu, kedua pihak tengah melakukan negosiasi terkait potensi akuisisi dengan rentang harga Rp800 – Rp850 per lembar. Grup Djarum turut menawar saham ERAA pada kisaran 14x price earning to ratio (PER).

Di sisi lain, Erajaya tengah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan pada tahun ini. Kondisi pandemi COVID-19 yang belum usai hingga saat ini berpotensi menghambat kinerja perseroan.

Namun, sikap optimisme tetap ditunjukkan perseroan dengan melihat adanya peluang untuk mempromosikan produk-produk unggulan Erajaya, baik dari handset dan produk pendukung lainnya. Selain itu, perseroan juga akan mengandalkan bisnis baru yang telah menjadi bagian dari grup.

Salah satu sayap bisnis Grup Erajaya yang berpeluang menghasilkan pundi-pundi keuntungan di tahun ini adalah distribusi dan penjualan ritel produk kosmetik asal Korea Selatan, The Face Shop Indonesia (TFS). Setidaknya, telah terdapat 37 gerai TFS yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Tak sampai disitu, keseriusan merambah bisnis non elektronik dan gawai juga ditunjukkan perseroan dengan mengumumkan rencana untuk membuka Apotek Wellings pertama di Indonesia pada kuartal II-2022.

Selain industri kecantikan dan farmasi, perseroan juga telah melakukan diversifikasi bisnis ke sektor F&B. Erajaya Food & Nourishment (EFN) resmi menjalin kerja sama joint venture bersama Paris Baguette Singapura pada Oktober 2021.

Melansir data RTI Business, saham ERAA ditutup menguat 2,70% ke level Rp570 per lembar pada akhir perdagangan Jumat, 14 Januari 2022. Saham ERAA bergerak positif sejak awal sesi perdagangan dan sempat menyentuh harga Rp595.

Berita Terkait