Enggak Mau Tahu! Erick Thohir Minta Laba Freeport Naik 300 Persen Jadi Rp40 Triliun

13 Oktober 2021 11:38 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Erick Thohir Minta Laba Freeport Naik 300 Persen Jadi Rp40 Triliun (PT Freeport Indonesia.)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memproyeksikan bahwa keuntungan yang dicapai PT Freeport Indonesia (PTFI) pada akhir tahun ini meningkat pesat.

Dengan inovasi, transformasi dan efisiensi yang ada di tubuh Freeport Indonesia saat ini, Erick memproyeksikan laba perusahaan melonjak 300% menjadi Rp40 triliun pada Desember 2021.

"Lalu, juga keuntungan (laba) bersih yang tahun kemarin itu Rp10 triliun, direncanakan sampai Desember ini Rp40 triliun," ujar Erick dalam sambutan setelah peletakan batu pertama pembangunan smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, Selasa, 12 Oktober 2021.

Adapun Freeport Indonesia melakukan pembangunan pabrik pemurnian tembaga (smelter) senilai US$3 miliar setara Rp42,65 triliun di JIIPE Gresik. 

Pembangunan smelter ini dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2023.

Baru-baru ini, pengelola kawasan industri JIIPE Gresik, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), telah menandatangani perjanjian konstruksi dan penggunaan infrastruktur pelabuhan JIIPE dengan Freeport Indonesia.

Perjanjian ini ditandatangani oleh PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), perusahaan di mana AKRA memiliki 40% saham di dalamnya. BMS merupakan pengelola dermaga dan penyediaan jasa kepelabuhanan di JIIPE, Gresik.

Erick mengatakan bahwa setelah pemerintah berhasil melakukan divestasi Freeport Indonesia menjadi 51%, perusahaan berbasis Papua ini terus melakukan konsolidasi bisnis.

Terbukti bahwa meski diterpa pandemi COVID-19, produksi dan penjualan Freeport tidak mengalami gangguan, tetapi justri terus mengalami perbaikan signifikan.

"Alhamdulillah, setelah arahan Bapak Presiden (Jokowi Widodo) mengambil 51 persen saham Freeport hari ini kita bisa pastikan kinerja dan inovasi dan transformasi yang ada di PT Freeport terus belangsung," kata Erick.

Smelter Terbesar

Erick mengklaim bahwa proses konsolidasi bisnis Freeport telah berjalan sesuai ekspektasi. Pertumbuhan pendapatan perusahaan emas ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Seperti yang kita saksikan bahwa pada saat ini pertumbuhan daripada pendapatan Freeport dibandingkan tahun kemarin dan tahun ini, itu meningkat hampir 100 persen. Yang tahun kemarin itu Rp50 triliun, tahun ini Desember rencananya 105 triliun," terang Erick.

"Nah, ini tentu terjadi karena peningkatan kapasitas daripada produksi Freeport dan juga kenaikan daripada harga copper dan terus juga dilakukan efisiensi," imbuhnya.

Sementara itu, Jokowi dalam acara groundbreaking pembangunan smelter Freeport mengatakan smelter yang akan dibangun ini merupakan yang terbesar di dunia.

"Tadi kita mendapatkan laporan bahwa smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line, terbesar di dunia karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bayangkan, 1,7 juta ton itu kalau dinaikkan truk yang kecil itu yang biasanya bisa mengangkut 3-4 ton, berarti berapa truk yang akan berjejer di sini. Kalau isinya 3 ton saja, 1 truk kecil itu berarti ada 600.000 truk berjejer di sini bayangkan, ini gede sekali," kata Jokowi dalam sambutannya.

Dia menegaskan pembangunan smelter di dalam negeri bertujuan untuk memperkuat hilirisasi industri, khususnya sektor tembaga.

Cadangan tembaga yang dimiliki Indonesia sangat besar. Bahkan, Indonesia masuk sebagai 7 negara dengan cadangan tembaga terbesar. 

"Jangan sampai kita memiliki tambang, kita memiliki konsentrat, (tetapi) semelter-nya, hilirisasinya, ada di negara lain seperti tadi disampaikan Pak Menteri (Erick) ada di Spanyol, ada di Jepang. Nilai tambahnya berarti yang menikmati mereka," pungkasnya.*

Berita Terkait