Enam Bulan Pertama 2021, Laba Bersih RS Hermina Meningkat Lebih dari 4 Kali Lipat

31 Juli 2021 13:31 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Rumah Sakit Hermina / Dok. Perseroan

JAKARTA – Pengelola Rumah Sakit (RS) Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun sepanjang semester I-2021. Jumlah ini meroket 78,9% dibanding semester I-2020 yang sebesar Rp1,73 triliun.

Mengutip laporan keuangan HEAL di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu, 31 Juli 2021, kontribusi pendapatan terbesar didapat dari rawat inap yang sebesar Rp2,22 triliun. Pendapatan pos ini meningkat 98,2% dari semester I-2020 yang sebesar Rp1,12 triliun.

Sementara itu, rawat inap berhasil berkontribusi sebesar Rp856,95 miliar dari total pendapatan. Jumlah tersebut meningkat 40,5% dari pendapatan pos yang sama pada semester I-2020.

Beban pokok pendapatan HEAL juga tercatat meningkat meski tidak sebesar peningkatan pendapatan. HEAL mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp1,44 triliun, meningkat 41,2% dari beban pokok pendapatan semester I-2020 yang sebesar Rp1,01 triliun.

Ini pun membuat laba kotor HEAL tercatat Rp1,66 triliun, melonjak 131,24% dari sebelumnya Rp717,36 miliar. Laba usaha melonjak 329,66% menjadi Rp1,01 triliun dari sebelumnya Rp236,1 miliar.

Bottom line HEAL atau laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun tercatat sebesar Rp544,65 miliar. Laba bersih tersebut meningkat 422% atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp104,24 miliar.

Laba per saham dasar pun kini tercatat sebesar Rp184,54 per saham, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,09 per saham.

Meski begitu, terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp291,78 miliar pada semester I-2021. Ini pun membuat posisi kas HEAL tercatat Rp572,79 miliar pada akhir periode, turun dari posisi kas awal periode sebesar Rp864,58 miliar.

Terdapat peningkatan aset sebesar 12,87% menjadi Rp7,17 triliun pada semester I-2021, sebelumnya aset tercatat sebesar Rp6,36 triliun pada akhir 2020. Aset lancar tercatat sebesar Rp2,6 triliun dan aset tidak lancar Rp4,57 triliun.

Liabilitas tercatat sebesar Rp3,27 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp1,64 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp1,64 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp3,9 triliun.

Berita Terkait