Emtek hingga Bukalapak Galang Donasi Oksigen Medis Rp17,4 Miliar

31 Juli 2021 08:36 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Konglomerat pemilik Grup Emtek, Eddy Kusnadi Sariaatmadja / Forbes Indonesia

JAKARTA – Perusahaan teknologi milik konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Grup, Bukalapak, BEENEXT Capital Management dan PT Sasa Inti serta sejumlah perusahaan dan individu terlibat dalam penggalangan dana pengadaan oksigen medis untuk membantu pemerintah Indonesia guna menangani pasien COVID-19.

Total dana yang terkumpul dalam gerakan bertajuk "Indonesia PASTI BISA (IDPB) Safeguards Oxygen" ini mencapai US$1,2 juta atau setara Rp17,4 miliar. Dana tersebut terkumpul selama 10 hari hingga 26 Juli 2021 dari 788 individu dan donatur perusahaan.

Dana yang terkumpul digunakan untuk mensuplai 1.450 oksigen konsentrator ke rumah sakit yang membutuhkan di seluruh Indonesia, dan masyarakat bisa melacak kemajuan upaya distribusi di www.indonesiapastibisa.com.

"Indonesia PASTI BISA" sendiri merupakan sebuah inisiatif East Ventures untuk mendukung pemerintah Indonesia guna memerangi pandemi COVID-19 melalui distribusi oksigen medis.

Founding partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, "Indonesia adalah negara besar dengan masyarakat yang ramah. Terbukti di masa-masa sulit seperti ini, mereka bergerak bersama untuk saling membantu."

Sementara itu, Direktur Utama Emtek Sutanto Hartono mengatakan, perusahaannya secara aktif memberikan kontribusi yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

"Kami berterima kasih dapat bermitra dengan gerakan East Venture di Indonesia PASTI BISA Safeguards Oxygen, untuk menyalurkan pasokan oksigen yang sangat dibutuhkan ke rumah sakit di seluruh Indonesia selama krisis Covid-19 ini," katanya dalam keterangan pers yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 30 Juli 2021.

Di sisi lain, pendiri dan CEO BEENEXT Capital Management Teruhide Sato, mengatakan bahwa pihaknya merasakan komitmen dan persahabatan yang kuat terhadap Indonesia dan merasa rendah hati ketika diminta untuk bergabung dengan "Indonesia PASTI BISA Safeguards Oxygen."

Dia pun menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada semua korban pandemi di Indonesia, menyebut bahwa negara dan ekosistem startupnya telah menyambut mereka dengan tangan terbuka dan telah memungkinkan hubungan yang bermanfaat selama sepuluh tahun terakhir.

"Kami sangat berterima kasih kepada tim East Ventures dan semua anggota proyek karena telah membuat perbedaan dengan mengerahkan energi dan kreativitas untuk bekerja dengan cara terbaik dan berinovasi untuk membantu mereka yang paling membutuhkan," ungkap Sato.

Selanjutnya, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, sebagai salah satu pionir industri teknologi di Indonesia yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, pihkanya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari gerakan sosial tersebut.

"Kami percaya bahwa Indonesia PASTI BISA adalah contoh bagaimana teknologi Indonesia kemampuan dapat membawa dampak signifikan untuk membantu negara dalam memerangi COVID-19," katanya.

Demikian halnya dengan CEO dan Presiden Direktur Sasa Inti Rudolf Tjandra yang menyebut bahwa gerakan ini merupakan "Inisiatif mulia dan terpuji dari East Ventures dan dengan bangga didukung oleh Sasa Inti."

"(Ini) adalah salah satu contoh luar biasa dari potensi tak terbatas Indonesia dan masyarakatnya di dunia. Kami sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menjadi bagian darinya," imbuhnya.

Adapun hingga 28 Juli 2021, IDPB Safeguards Oxygen telah mengirimkan 1.600 konsentrator oksigen ke Kementerian Kesehatan.

IDPB Safeguards Oxygen bermitra dengan tiga perusahaan yang didukung oleh East Ventures, yaitu Bonza, Waresix, dan Advotics, untuk membantu mengembangkan sistem pelacakan donasi mutakhir.

Sistem ini menggunakan platform data Bonza untuk memetakan dan memprediksi permintaan oksigen di seluruh Indonesia, dan memanfaatkan jaringan distribusi Waresix untuk mengirimkan konsentrator oksigen.

Advotics kemudian membantu melacak perkembangan setiap konsentrator oksigen yang dipesan hingga tiba di rumah sakit tujuan.

Diharapkan, IDPB Safeguards Oxygen dapat meningkatkan upayanya untuk membantu perawatan pasien COVID-19 di tanah air.

Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari dukungan yang luar biasa baik dari mitra maupun donor. Mitra terkemuka termasuk Temasek Foundation, Kementerian Kesehatan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, IndoTech SG, Asosiasi Profesional Indonesia Singapura (IPA SG), dan KawalCOVID19.

Dengan keberhasilan penggalangan dana baru-baru ini, IDPB Safeguards Oxygen juga berpartisipasi dalam inisiatif berkelanjutan yang lebih besar, Oxygen for Indonesia, yang dipimpin oleh Aldi Haryopratomo.

Gerakan ini berupaya mengumpulkan US$10 juta atau setara Rp145 miliar. Sejumlah tokoh publik figur Indonesia yang tergabung dalam gerakan ini antara lain: Najwa Shihab, Andi F. Noya, Atta Halilintar, Armand Maulana, dan beberapa penyanyi serta musikus dan influencer.*

Berita Terkait