Emiten Menara Milik Sandiaga Uno Emisi Obligasi Global untuk Bayar Utang Rp4,9 Triliun

January 23, 2021, 12:01 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Ilustrasi bisnis PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. / Tower-bersama.com

JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi milik Sandiaga Uno, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan, akan menggunakan hasil penerbitan obligasi global 2026 sebesar US$300 juta setara Rp4,2 triliun untuk membayar sebagian saldo terutang dari terutang dari fasilitas pinjaman revolving sebesar US$350 juta setara Rp4,9 triliun. Komitmen itu disampaikan pada Jumat 22 Januari 2021.

Selain itu, dana bersih global bonds 2026 juga akan dipakai untuk membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving seri B sebesar US$100 juta.

Sebelumnya, TBIG melalui TBG Global Pte Ltd melakukan pembayaran surat utang global senilai US$350. Global bonds dengan kupon 5,25% itu sendiri jatuh tempo pada 2022.

Chief Financial Officer (CFO), Secretary and Director TBIG, Helmy Yusman Santoso mengatakan, sumber dana pelunasan akan berasal dari global bonds baru dan kas internal.

“TBG Global Pte. Ltd, yang 100 persen sahamnya dimiliki TBIG, telah mengumumkan kepada Bursa Efek Singapura atas rencana pelunasan surat utang senilai US$350 juta,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 21 Januari 2021.

Ia pun menerangkan bahwa percepatan pembayaran utang ini akan memberikan dampak bagi perseroan. Antara lain, mengurangi beban bunga perseroan sekaligus memperpanjang rata-rata tenor struktur utang TBIG.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan pinjaman revolving dari perbankan senilai US$275 juta pada Kamis 21 Januari 2021. Dana itu merupakan fasilitas pinjaman dari komitmen US$645 juta yang disebut Fasilitas F.

TBIG sendiri merupakan emiten menara yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Sandi menggenggam saham TBIG melalui PT Wahana Anugerah Sejahtera dengan porsi kepemilikan 35,61% dan PT Provident Capital 26,73% saham.

Kedua perusahaan itu merupakan anak usaha dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang mayoritas sahamnya digenggam oleh Sandiaga Uno. Di sana, Sandi mengantongi sebanyak 21,5% saham. (SKO)