Elon Musk Sebut Tesla Rugi Miliaran Dolar Karena Suku Cadang

23 Juni 2022 10:20 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Bos mobil listrik Tesla, Elon Musk / Reuters

TEXAS- Orang terkaya dunia, Elon Musk mengatakan bahwa pabrikan kendaraan listrik miliknya yakni Tesla baru saja rugi miliaran dolar. 

Hal ini terjadi lantaran pabrik di Texas dan Berlin tak dapat meningkatkan produksinya lantaran terhambat ketersediaan suku cadang.

Mengutip Reuters Kamis, 23 Juni 2022, suku cadang berupa baterai hingga saat ini masih tertahan di pelabuhan China.

"Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini. Oke? Ini benar-benar seperti suara deru raksasa yang bagaikan suara uang terbakar," kata Elon Musk seperti dikutip TrenAsia.com.  

Sebagai informasi, pengiriman dari China memang terhambat dalam beberapa minggu terakhir lantaran pemerintah melakukan lockdown sebagai dampak dari persebaran COVID-19.

Meski begitu, Musk bilang, hal ini bisa cepat diatasi meski butuh banyak perhatian. Untuk pabrikan Berlin, pentolan Tesla ini mengatakan kondisinya sudah mulai membaik dengan menggunakan baterai 2170 tradisional untuk mobil yang dibuat di Jerman.

Berusaha Bertahan

Elon Musk mengatakan lockdown yang dilakukan oleh pemerintah China sangat berimbas bagi bisnisnya. Seperti diketahui, Tesla mengirim  sejumlah suku cadang dari negeri Tirai Bambu, termasuk baterai.

Sayangnya, pengiriman harus tertunda lantaran barang yang dikirim tertahan di pelabuhan.

Bagai efek domino, ini memengaruhi produksi mobil Tesla. Tak hanya pabrikan China, tetapi juga California, Autin hingga Berlin.

Tesla berencana untuk menangguhkan sebagian besar produksi di pabriknya di Shanghai dalam dua minggu pertama bulan Juli. Ini dilakukan untuk memperbaharui pabrik guna meningkatkan produksi.

"Dua tahun terakhir telah menjadi mimpi buruk mutlak dari gangguan rantai pasokan, satu demi satu, dan kami belum keluar darinya," kata Musk.

Ia menambahkan bahwa Tesla tengah mengalami kekhawatiran yang luar biasa. Sampai sampai, Musk berpikir untuk menjaga pabrik beroperasi demi menghindari kebangkrutan . 

Berita Terkait