Ekspor Tumbuh Positif, Jokowi Minta Kepala Daerah Jangan Persulit Perizinan

20 Oktober 2021 22:12 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi ekspor. (Kementerian Perindustrian.)

JAKARTA - Indonesia mencatat kinerja ekspor positif selama delapan bulan pertama 2021. Nilai ekspor Indonesia selama periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai US$142 miliar setara Rp20,09 triliun atau tumbuh 37,7% secara tahunan (year on year/yoy).

Presiden Joko Widodo meminta agar pertumbuhan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama oleh daerah. Jokowi menegaskan, hampir semua negara sekarang ini membutuhkan komoditas Indonesia terutama sawit, batu bara, dan nikel

Dia meminta jangan sampai ada daerah yang justru menghambat dan membuat ruwet perizinan. Kemudahan perizinan, kata dia, telah didukung oleh Online Single Submission (OSS) yang sudah diluncurkan.

"Saya meminta para kepala daerah memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang ekspor yang ada," ujar Jokowi usai acara pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo Tahun 2021, di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 20 Oktober 2021.

Jokowi berharap kegiatan Otonomi Expo 2021 yang diselenggarakan oleh Apkasi ini bisa memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah, dan sekaligus juga memperkuat ekspor ke negara-negara lain, termasuk perluasan pasar-pasar ekspor baru.

Untuk itu, dia meminta jajaran Apkasi untuk memanfaatkan potensi pasar ekspor yang dinilainya masih terbuka lebar seiring dengan mulai pulihnya perekonomian di negara mitra dagang Indonesia.

"Peluang ini yang harus kita manfaatkan untuk mendorong komoditas kita, produk-produk kita masuk ke negara-negara yang tadi saya sebut," katanya.

Kepala Negara juga menekankan agar jajaran pemerintah di daerah mendorong terciptanya iklim usaha yang dapat mendukung peningkatan produk ekspor.

"Kita harus terus meningkatkan volume ekspor kita, memberikan fasilitas atau memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang-peluang ekspor yang ada. Mulai didorong, produk apapun didorong untuk berani berkompetisi memanfaatkan peluang ekspor yang ada, sehingga membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global," ucapnya.

Berita Terkait