Ekspor Perdana, Tolak Angin Kini Bisa Dinikmati di Arab Saudi

August 11, 2020, 10:13 AM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Tolak Angin/ Sumber: lazada.co.id

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Sido Muncul) mengekspor salah satu produk unggulannya, Tolak Angin ke Arab Saudi.

Ekspor jamu ini merupakan hasil  kerja sama dengan Mizanain dari Arab Saudi. Kesepakatan tersebut dicapai pada perhelatan Trade Expo Indonesia pada Oktober 2019 lalu.

“Keberhasilan ini tentunya menumbuhkan optimisme bahwa produk makanan dan minuman (mamin), khususnya rempah-rempah dapat terus mendorong kinerja ekspor nasional,” kata Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam pelepasan ekspor virtual, Senin, 10 Agustus 2020.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan mengakui keberhasilan ekspor ini juga merupakan buah kebijakan pemerintah Arab Saudi yang tidak memberlakukan kenaikan tarif bea masuk terhadap 500 jenis produk.

Kebijakan tersebut guna meningkatkan penerimaan Arab Saudi sebagai respons terhadap pandemi COVID-19. Beruntungnya, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi sektor produk biofarmaka dan mamin.

Kementerian Perdagangan sendiri telah melakukan penyederhanaan atau pengurangan larangan dan pembatasan serta percepatan proses ekspor melalui National Logistics Ecosystem serta melakukan penyerhanaan dan percepatan pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester pertama 2020, ekspor produk biofarmaka Indonesia mencapai US$4,2 juta atau naik 32,8% dibandingkan periode yang sama pada 2019 yang sebesar US$3,17 juta.

Sementara itu, pada Januari—Juni 2020 ekspor Indonesia mencapai US$76,4 miliar sedangkan impor tercatat sebesar US$70,9 miliar. Pada Juni 2020, kinerja ekspor non migas Indonesia mulai bergerak positif dengan kenaikan 15,73% dibanding bulan sebelumnya.

Di sisi lain, impor bahan baku pada periode tersebut juga naik sebesar 24,01% dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas industri Indonesia mulai menggeliat.

Berita Terkait